Aplikasi TikTok Dianggap Ancam Keamanan Amerika

Selasa, 19 November 2019 16:34 Reporter : Hari Ariyanti
Aplikasi TikTok Dianggap Ancam Keamanan Amerika Ilustrasi TikTok. ©2019 theverge.com

Merdeka.com - Anggota Senat Amerika Serikat (AS) dari Demokrat, , pada Selasa lalu merilis sebuah surat yang ditujukan kepada Kepala Departemen Angkatan Darat AS, Ryan McCarthy agar meningkatkan perhatian dalam penggunaan aplikasi TikTok yang bisa dimanfaatkan untuk merekrut remaja AS.

"Walaupun saya menyadari Angkatan Darat harus mengadaptasi teknik perekrutannya untuk menarik minat kaum muda Amerika untuk mengabdi, saya mendesak Anda untuk mengkaji potensi risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh perusahaan teknologi milik China sebelum memilih untuk menggunakan platform tertentu," tulis Schumer dalam surat tertanggal 7 November, dilansir dari South China Morning Post, Selasa (19/11).

TikTok, aplikasi video yang populer di kalangan remaja, semakin populer di kalangan remaja AS pada saat meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing karena perdagangan dan transfer teknologi.

Perusahaan pembuat aplikasi itu telah menekankan kemerdekaannya dari China tetapi gagal menenangkan ketegangan kongres tentang keamanan data pribadi warga AS yang menggunakan aplikasi tersebut. Sekitar 60 persen dari 26,5 juta pengguna aktif TikTok di AS berusia antara 16-24 tahun, kata perusahaan tersebut tahun ini.

“Pakar keamanan nasional telah menyuarakan keprihatinan tentang pengumpulan dan penanganan data pengguna TikTok, termasuk konten dan komunikasi pengguna, alamat IP, data terkait lokasi, metadata, dan informasi pribadi sensitif lainnya,” tulis Schumer.

1 dari 1 halaman

Dikhawatirkan Tunduk Pada UU China

Chuck Schumer mengatakan khawatir dengan undang-undang China yang mengharuskan perusahaan domestik "untuk mendukung dan bekerja sama dengan pekerjaan intelijen yang dikendalikan oleh Partai Komunis China".

Komite antar-lembaga Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS) telah meluncurkan tinjauan keamanan nasional pemilik TikTok, Beijing ByteDance Technology, mengakuisisi aplikasi media sosial AS senilai USD 1 miliar, Musical.ly.

Anggota parlemen AS juga menyatakan keprihatinan bahwa perusahaan China itu mungkin menyensor konten yang sensitif secara politis.

Schumer meminta Angkatan Darat untuk menjawab pertanyaan mengenai konsultasi intelijen apa pun yang telah dilakukan mengenai TikTok pada 6 Desember. [pan]

Baca juga:
Android Tersandung Bug, Notifikasi Gmail Telat Masuk
Gara-gara Bug, 22 Juta Rating Ratusan App Store Menghilang
Deretan Kekurangan Aplikasi Gratis, Tetap Bayar?
Aplikasi AXISnet Perkaya Fitur Baru
WhatsApp di Android Kini Bisa Dikunci Dengan Sidik Jari
Berbasis Aplikasi, MDT Operasikan Capsule Bus Koja Trans di Jambi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini