Aparat Thailand dan Interpol buru Yingluck yang kabur ke Dubai

Kamis, 28 September 2017 12:16 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Aparat Thailand dan Interpol buru Yingluck yang kabur ke Dubai Yingluck Shinawatra. ©2016 REUTERS/Jorge Silva

Merdeka.com - Perdana Menteri junta militer Thailand Prayuth Chan-ocha, mengakui kalau mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra memang bersembunyi di Dubai, Uni Emirat Arab. Mereka kini bersiap menangkap perempuan itu karena sudah divonis lima tahun penjara dalam proyek subsidi pembelian beras oleh Mahkamah Agung Thailand, kemarin.

"Dia di Dubai. Kepolisian kini berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Interpol," kata Prayuth, seperti dilansir dari laman Reuters, Kamis (28/9).

Kemarin, Mahkamah Agung Thailand menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, karena korupsi proyek pembelian beras. Namun, putusan itu dibacakan secara in absensia.

Majelis hakim menyatakan Yingluck bersalah karena mengabaikan peringatan kalau bakal terjadi korupsi dalam proyek subsidi beras, dan dianggap melalaikan tugas.

Aparat Thailand sudah menggelar penyelidikan mengapa Yingluck bisa kabur. Tiga polisi diduga membantu adik mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, itu kabur ke luar negeri.

Yingluck dikudeta tiga tahun lalu. Konflik antara kaum elit konservatif dan orang-orang kaya Thailand dibantu militer, dengan dinasti Shinawatra, mewarnai politik Negeri Gajah Putih selama lebih dari satu dekade. Thaksin juga tersingkir dari puncak kekuasaan karena kudeta pada 2006.

Dinasti Shinawatra sangat populer di mata penduduk daerah pedesaan. Mereka adalah pemilih loyal dan membantu Thaksin serta Yingluck memenangkan pemilihan umum. Namun, mereka diduga korup.

Yingluck terlibat korupsi dalam proyek pembelian beras dari petani dengan banderol di atas harga pasar. Namun, ujungnya mereka malah menimbun beras dan merusak harga di dunia. Namun, celah itu justru disambar oleh Vietnam yang kini menjadi eksportir beras nomor satu di dunia. Yingluck merasa tidak bersalah dan menuduh militer merekayasa kasus itu. Karena kebijakannya, pemerintah junta militer Thailand mengatakan negara merugi USD 8 juta.

Karena khawatir bakal dihukum berat, Yingluck konon kabur ke Dubai. Diduga, dia kini bersembunyi di rumah milik kakaknya, Thaksin Shinawatra, di kompleks Emirates Hills. Thaksin menetap di negara itu juga lari dari proses hukum perkara rasuah membelitnya. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini