Anwar Ibrahim Umumkan Menteri Malaysia Dipotong Gaji 20 Persen Tiap Bulan

Selasa, 6 Desember 2022 11:36 Reporter : Hari Ariyanti
Anwar Ibrahim Umumkan Menteri Malaysia Dipotong Gaji 20 Persen Tiap Bulan PM Malaysia, Anwar Ibrahim dalam konferensi pers setelah memimpin rapat kabinet pertama pada 5 Desem. ©Prime Minister’s Office of Malaysia/Afiq Hambali

Merdeka.com - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim menyampaikan, para menteri dalam pemerintahannya sepakat dengan pemotongan gaji 20 persen setiap bulan. Para menteri sepakat karena peduli dengan sejumlah masalah yang dihadapi masyarakat.

"Ini akan berlangsung sampai perekonomian pulih. Jika ekonomi pulih dalam tiga tahun, kita akan meninjau kembali hal ini. Pemotongan gaji tidak patut, tapi saya berterima kasih pada mereka atas kemauan mereka sedikit berkorban," jelas Anwar dalam konferensi pers usai memimpin rapat kabinet pertama di kantornya pada Senin (5/12).

"Ada beberapa orang yang mengatakan Anwar tidak mengambil gaji perdana menteri, dia akan mengambil gaji sebagai menteri keuangan. Itu tidak benar. Hanya ada satu gaji," lanjutnya, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (6/12).

Anwar, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Malaysia, telah berjanji untuk tidak mengambil gajinya pada masa kampanye pemilu lalu.

Nama-nama 28 menteri yang mengisi kabinet pemerintahan persatuan Anwar Ibrahim diumumkan pada Jumat pekan lalu. Sedangkan nama-nama wakil menteri belum diumumkan.

Jumlah kabinet Anwar Ibrahim lebih ramping dibandingkan kabinet sebelumnya yang dipimpin mantan PM Ismail Sabri Yakoob yaitu 31 menteri dan 38 wakil menteri. Sedangkan pada masa pemerintahan PM Muhyiddin Yassin, kabinetnya diisi 32 menteri dan 38 wakil menteri.

Dalam konferensi pers tersebut, Anwar juga membantah klaim yang menyatakan dia maupun pemerintahannya memerintahkan pihak berwenang menyelidiki para pengkritiknya. Dia mengatakan, penyelidikan dilakukan polisi terhadap mereka yang menghasut masalah ras dan agama.

"Ini tidak bisa dibandingkan dengan kritik terhadap perdana menteri atau terhadap pemerintah," ujarnya.

"Saya tidak pernah menginstruksikan. Saya mengatakan ke inspektur jenderal polisi bahwa kritik terhadap perdana menteri dan pemerintah adalah bagian sistem demokrasi. Itu diperbolehkan dan diizinkan sebagaimana saya punya hak untuk menjawab ketika diperlukan." [pan]

Baca juga:
Gubernur Riau Harap PM Malaysia, Anwar Ibrahim Wujudkan Jembatan Selat Melaka
Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubernur Riau Harap Jembatan Selat Melaka Terwujud
PM Baru Malaysia Anwar Ibrahim Enggan Terima Gaji, Alasannya Bikin Haru
Ucapkan Selamat Pada Anwar Ibrahim, Jokowi: Saya Berharap Kita Segera Berjumpa
PM Anwar Ibrahim: Presiden Jokowi Kepala Negara Pertama yang Ucapkan Selamat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini