Angkatan Laut Rusia, China, dan Iran Latihan Bersama di Samudera Hindia

Jumat, 21 Januari 2022 13:04 Reporter : Pandasurya Wijaya
Angkatan Laut Rusia, China, dan Iran Latihan Bersama di Samudera Hindia Formasi armada Angkatan Laut China. ©2017 AFP PHOTO / STR / China OUT

Merdeka.com - Angkatan laut China, Rusia, dan Iran hari ini mengelar latihan bersama, kata seorang pejabat humas angkatan bersenjata Iran kepada kantor berita semipemerintah, ISNA.

Program latihan bersama, yang dinamai "2022 Marine Security Belt", itu dilangsungkan di Samudra Hindia dan merupakan latihan bersama ketiga antara China, Rusia, dan Iran, kata pejabat tersebut, Mostafa Tajoldin.

Dilansir dari laman Antara mengutip Reuters, Kamis (21/1), sejak menjabat mulai Juni tahun lalu, Presiden Iran Ebrahim Raisi --yang beraliran keras-- telah mengambil arah kebijakan "mengarah ke timur" untuk memperkuat hubungan negaranya dengan China dan Rusia.

Teheran pada September tahun lalu bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai, yaitu aliansi keamanan di Asia Tengah yang dipimpin oleh Beijing dan Moskow.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian berkunjung ke China pekan lalu. Sementara itu, presiden Iran bertemu dengan presiden Rusia di Moskow pada kemarin.

China, Rusia, dan Iran mulai melakukan latihan bersama antara angkatan laut ketiga negara pada 2019 dan latihan itu akan terus berlangsung pada masa depan, kata Tajoldin.

"Tujuan latihan ini adalah untuk memperkuat keamanan beserta tumpuannya di kawasan, juga untuk memperluas kerja sama multilateral antara ketiga negara guna secara bersama-sama mendukung perdamaian dunia, keamanan maritim, serta membentuk masyarakat maritim yang memiliki masa depan bersama," kata pejabat Iran tersebut kepada ISNA.

Angkatan laut militer Iran maupun Garda Revolusi Iran akan mengambil bagian dalam latihan.

Program bersama itu akan mencakup berbagai latihan taktis, seperti menyelamatkan kapal yang terbakar, membebaskan kapal yang dibajak, serta menembaki target-target di udara pada malam hari. [pan]

Baca juga:
AS Perintahkan WhatsApp Telusuri Beberapa Pengguna Asal China
China Janji Jadikan Indonesia Pusat Produksi Vaksin Covid-19
China Sebut Surat dari Kanada Mengandung Omicron, Ini Jawaban Ahli
Inggris Mulai Pasok Senjata Anti Tank ke Ukraina untuk Antisipasi Serangan Rusia
Korea Utara Luncurkan Rudal Bukan Pakai Satelit GPS Buatan AS, Tapi Glonass Rusia
China Uji Coba Mesin Pemindai Tubuh yang Bisa Tembus 30 Lapisan Baju
Filipina Beli Persenjataan Sistem Rudal dari India Senilai USD 375 juta
China Temukan Kasus Omicron pada Pasien yang Sudah Divaksin Booster

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini