Anggota parlemen Jepang sebut Presiden Obama keturunan budak

Sabtu, 20 Februari 2016 15:51 Reporter : Muhammad Radityo
Anggota parlemen Jepang sebut Presiden Obama keturunan budak kazuya maruyama. ©Daily Mail

Merdeka.com - Seorang anggota dewan asal Partai pro pemerintah Jepang meminta maaf kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama akibat mengatakan sang presiden adalah keturunan budak. Dalam konferensi pers setelah rapat Kazuya Maruyama menyampaikan rasa bersalahnya.

"Saya meminta maaf telah mengatakan sesuatu yang menjadi kesalahpahaman," ujarnya, seperti dikutip dari CNN, Minggu (20/2).

Maruyama juga meluruskan bila apa yang diutarakan bukanlah bermaksud rasis. Dalam pendapatnya Amerika sebagai bangsa besar dinilai bisa terlepas dari sejarah kelam terkait isu sensitif tersebut.

"Namun saya 'terpeleset' dengan apa yang saya ucapkan sendiri," ujar Maruyama.

Diketahui dalam rapat Majelis Panel Konstitusi pada Rabu kemarin, Maruyama mengatakan bila seorang kulit hitam yang dalam sejarahnya adalah keturunan budak dapat menjadi seorang presiden.

Menurutnya, masyarakat Amerika tidak pernah menduga akan menemukan seorang kulit hitam yang akan memimpin Negara Adi Day tersebut.

"Hal ini merupakan poin dari dinamisnya reformasi di Amerika," kata dia dalam diskusi institusional yang berubah menjadi perdebatan di Jepang.

Obama adalah seorang presiden Afro-Amerika pertama dan bukan keturunan seorang budak. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini