Anggota Kerajaan & Mantan Kepala Pengadilan Yordania Ditangkap Terkait Isu Keamanan

Minggu, 4 April 2021 10:36 Reporter : Hari Ariyanti
Anggota Kerajaan & Mantan Kepala Pengadilan Yordania Ditangkap Terkait Isu Keamanan Raja Yordania Abdullah II. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang anggota kerajaan Yordania Hassan bin Zaid dan mantan kepala pengadilan kerajaan Basem Awadallah ditangkap pada Sabtu karena “alasan keamanan”, menurut kantor berita pemerintah Yordania, Petra, dan mantan putra mahkota mengatakan dia diminta tidak meninggalkan rumah.

Petra tidak menyertakan rincian informasi tambahan terkait penangkapan anggota kerajaan tersebut, namun menambahkan penyelidikan sedang berlangsung.

Hassan Zaid adalah sepupu jauh Raja Abdullah II. Kakakknya, Ali bin Zaid, seorang pejabat intelijen terbunuh bersama tujuh anggota operasi CIA dalam bom bunuh diri pada 2010 di Khost, Afghanistan.

Mantan putra mahkota Hamzah bin Hussein, saudara tiri Raja Abdullah II, mengklaim dalam sebuah pernyataan video yang didapatkan BBC, dia diisolasi, komunikasinya diputus, dan diminta militer tidak melarikan diri, mengatakan dia ditempatkan dalam tahanan rumah.

Pangeran Hamzah adalah putra tertua mendiang Raja Hussein dan istrinya Ratu Noor, dan merupakan saudara tiri Raja Abdullah.

“Saya mendapat kunjungan dari Kepala Staf Jenderal Pasukan Bersenjata Yordania pagi ini, di mana dia mengabarkan bahwa saya tidak diizinkan keluar untuk berkomunikasi dengan orang-orang atau bertemu mereka, karena dalam pertemuan-pertemuan yang saya hadiri atau di media sosial yang berkaitan dengan kunjungan saya, ada kritik untuk pemerintah atau Raja,” jelas Pangeran Hamzah dalam video tersebut, dilansir CNN, Minggu (4/4).

Video yang didapatkan BBC tersebut dikirim oleh kuasa hukum Pangeran Hamzah.

Hamzah menambahkan, dia bukan bagian dari konspirasi apapun atau organisasi jahat atau kelompok yang didukung asing yang selalu dijadikan alasan bagi orang-orang yang berbicara terbuka.

Dalam video itu, dia menyalahkan pemimpin negara yang bertanggung jawab atas “kebobrokan pemerintah, korupsi, dan ketidakmampuan yang telah lazim dalam struktur pemerintahan kita selama 15 sampai 20 tahun terakhir, dan semakin memburuk dari tahun ke tahun.”

“Ini adalah bentuk komunikasi terakhir saya, internet satelit, yang saya miliki. Dan saya telah diinformasikan oleh perusahaan bahwa mereka diperintahkan untuk memutusnya, jadi ini mungkin yang terakhir kali saya bisa berkomunikasi,” jelasnya Hamzah.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya pada Sabtu Kepala Staf...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Yordania
  3. Kerajaan
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini