Hot Issue

Anarki di Negeri Junjungan Demokrasi

Jumat, 8 Januari 2021 09:49 Reporter : Pandasurya Wijaya
Anarki di Negeri Junjungan Demokrasi

1000 Pasukan Garda Nasional

Sekitar 45 menit setelah massa menerobos masuk gedung Capitol, Gubernur New York Andrew Cuomo mengerahkan 1.000 pasukan Garda Nasional New York ke Washington, DC. Cuomo mengatakan, pengerahan pasukan ini bertujuan untuk membantu dan memfasilitasi proses peralihan kekuasaan secara damai.

"Selama 244 tahun, landasan demokrasi kita adalah peralihan kekuasaan yang damai, dan New York siap membantu memastikan kehendak rakyat Amerika terpenuhi secara aman dan sesuai ketentuan," jelasnya dalam pernyataannya dikutip dari CNN, Kamis (7/1).

Pasukan Garda Nasional akan dikerahkan sampai dua pekan. Keputusan itu dibuat atas permintaan dari Garda Nasional AS.

Di ujung hari, Kepala Kepolisian Washington DC menyampaikan, empat orang tewas dan 52 ditangkap dalam kerusuhan di gedung Capitol itu.

Peristiwa anarki kemarin tak pelak membuat dunia terhenyak. Pemandangan orang-orang memanjat gedung Capitol, bangunan yang menjadi simbol demokrasi Amerika itu, akan menjadi catatan kelam dalam sejarah negeri junjungan demokrasi. [pan]

Baca juga:
Selemah Itukah Pengamanan Gedung Parlemen AS Hingga Mudah Ditembus Pendukung Trump?
Kongres Akhirnya Tetapkan Joe Biden sebagai Pemenang Pilpres AS
Ada Kekecewaan Rasial di Balik Kerusuhan Pendukung Trump di Gedung Capitol AS
Dua Pejabat Gedung Putih Mengundurkan Diri Menyusul Kerusuhan di Gedung Parlemen AS
Parlemen AS Janji Bakal Selidiki Polisi Setelah Penyerbuan Gedung Capitol
Facebook dan Instagram Blokir Akun Donald Trump Selama 24 Jam
Obama, Bush, Carter, dan Clinton Kecam Penyerbuan ke Gedung Parlemen AS
Pendukung Trump Rusuh, Gubernur New York Kerahkan 1000 Pasukan Garda Nasional
Tak Mendukung Trump, Wapres AS Akui Kemenangan Joe Bidden

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini