Hot Issue

Anarki di Negeri Junjungan Demokrasi

Jumat, 8 Januari 2021 09:49 Reporter : Pandasurya Wijaya
Anarki di Negeri Junjungan Demokrasi

Mirip di film-film Hollywood

Sejumlah perusuh berhasil menduduki beberapa ruangan anggota senat, mengacak-acak isi ruangan, membalik-balik meja dan mengambil foto dari dinding. Seorang perusuh berpose di ruang kerja Ketua DPR Nancy Pelosi dengan kaki di atas meja.

Dalam sebuah momen seperti di film-film Hollywood, sejumlah petugas keamanan mengarahkan pistol ke sebuah pintu yang hendak dijebol para pendukung Trump.

Presiden AS terpilih Joe Biden menyebut para pengunjuk rasa itu "ekstremis" dan "gerombolan". Dia mengatakan kerusuhan yang mereka lakukan itu merupakan "serangan terhadap benteng kebebasan, Capitol sendiri, serangan terhadap wakil rakyat dan kepolisian Capitol Hill yang bersumpah akan menjaga mereka, serangan bagi supremasi hukum. serangan terhadap usaha paling sakral Amerika: Melayani rakyat."

Biden menegaskan, apa yang terjadi di Gedung Parlemen tak mencerminkan rakyat Amerika yang sesungguhnya.

"Apa yang kita saksikan adalah sejumlah kecil ekstremis yang melakukan pelanggaran hukum," ujarnya.

"Ini bukan penolakan. Ini kelainan. Ini kekacauan. Ini penghasutan," tegasnya.

"Menyerbu Capitol, memecahkan jendela, menduduki kantor-kantor, lantai Senat Amerika Serikat, menggeledah meja-meja, mengancam keamanan pejabat terpilih. Ini bukan sebuah protes. Ini pemberontakan."

[pan]

Baca Selanjutnya: 1000 Pasukan Garda Nasional...

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini