Amunisi ISIS terbukti buatan AS

Senin, 6 Oktober 2014 16:12 Reporter : Ardyan Mohamad
Amunisi ISIS terbukti buatan AS Militan ISIS. ©Reuters

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat bertekad memerangi milisi anggota Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Tapi pengamat independen menganggap propaganda negara Barat itu pepesan kosong.

Telaah sementara menunjukkan amunisi pasukan ISIS sebagian besar justru produksi AS. Hal itu diungkap badan Riset Pelucutan Senjata (CAR), lembaga swadaya yang meneliti kisruh Irak dan Suriah setahun terakhir. Disimpulkan, AS yang getol mengecam ISIS malah melakukan blunder dengan secara tak langsung memasok pelbagai persenjataan.

"Ini menunjukkan bahwa militan lain di kawasan yang mendapat bantuan amunisi dari negara-negara donor tidak berhasil menjaga peredarannya (sehingga jatuh ke ISIS)," kata Direktur CAR James Bevan seperti dilansir Times of India, Senin (6/10).

CAR menjelaskan, ISIS tidak langsung memperoleh peluru dan senjata berat lain dari Negeri Paman Sam. Tapi, AS sebelumnya banyak memasok senjata buat pasukan pro-pemberontak Suriah atau milisi Kurdi di Irak. Persenjataan dari negara-negara maju lain, kemungkinan pasokan NATO, juga banyak dipakai pasukan ISIS.

Negeri Adi Daya yang kerap memainkan geopolitk di Timur Tengah itu, kata Bevan, sedang kena batunya. Strategi AS merangkul militan-militan bekerja sama dengan imbalan senjata, sekarang berbalik merugikan.

"Kebijakan itu menciptakan risiko besar. Apalagi kalau militan yang dipasok senjata ternyata mencari keuntungan sesaat," ucapnya.

Dari sampel yang dikumpulkan, ISIS memakai senjata dan amunisi produksi 21 negara. CAR menduga pasukan yang mengklaim titisan khilafah itu memakai jaringan pasar gelap untuk menambah persenjataan.

Amunisi ISIS asal Amerika, mirip dengan yang selama 10 tahun terakhir dipakai polisi Irak. Populasi senjata itu meningkat selepas AS menduduki negara 1001 malam ini pada 2003. Itu ditambah temuan 323 magazin M-4 dan M-16, hampir 19 persen dari total amunisi ISIS, adalah produk AS.

Minimal, CAR memetakan 8,5 persen total amunisi dan senjata yang dipakai ISIS bisa beredar di Timur Tengah karena ulah AS sendiri. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ekstremis ISIS
  3. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini