Amerika Ingatkan Konsekuensi Bagi Rusia Jika Alexei Navalny Meninggal di Penjara

Senin, 19 April 2021 11:35 Reporter : Hari Ariyanti
Amerika Ingatkan Konsekuensi Bagi Rusia Jika Alexei Navalny Meninggal di Penjara polisi tangkap tokoh oposisi alexei navalny. ©REUTERS/Maxim Shemetov

Merdeka.com - Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sullivan mengatakan, pemerintah AS telah menyampaikan kepada Rusia akan ada konsekuensinya jika pengkritik Kremlin, Alexei Navalny meninggal di penjara.

“Kami telah berkomunikasi dengan pemerintah Rusia bahwa apa yang terjadi dengan Bapak Navalny di dalam tahanan adalah tanggung jawab mereka dan mereka akan dituntut bertanggung jawab oleh komunitas internasional,” jelas Sullivan kepada CNN pada Minggu.

“Dalam hal tindakan spesifik yang akan kami ambil, kami melihat berbagai tanggungan berbeda yang akan kami bebankan dan saya tidak akan menyampaikannya kepada publik pada saat ini, tetapi kami telah mengkomunikasikan bahwa akan ada konsekuensi jika Bapak Navalny meninggal,” lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (19/4).

Navalny saat ini sedang dalam pekan ketiga melakukan aksi mogok makan. Dokternya mengatakan kesehatan Navalny menurun drastis dan pria 44 tahun itu bisa berada di ambang kematian.

Lawan Presiden Rusia Vladimir Putin ini mulai mogok makan pada 31 Maret sebagai bentuk protes buruknya pengobatan yang dia terima untuk kaki dan punggungnya.

Menurut laporan wartawan Al Jazeera dari Washington, DC, Mike Hanna, ancaman terbaru AS ini dinilai akan semakin memperburuk hubungan diplomatik kedua negara. Terkait kemungkinan langkah yang akan diambil AS, Hanna mengatakan kemungkinan pengusiran duta besar.

Sementara itu pada Minggu, Uni Eropa menyampaikan sangat khawatir dengan laporan kesehatan Navalny dan menyerukan pembebasan segera tokoh oposisi itu. Hal ini disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell dalam sebuah pernyataan.

Borrell juga mengatakan pihak berwenang Rusia bertanggung jawab atas keamanan dan kesehatan Navalny. Masalah ini akan dibahas dalam rapat konferensi video para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin.

Duta besar Rusia di London, Andrei Kelin menyampaikan kepada BBC pada Minggu, Navalny tidak akan dibiarkan mati di penjara.

“Tentu, dia tidak akan dibiarkan meninggal di penjara, tapi saya bisa katakan kalau Navalny, dia bersikap seperti berandalan,” kata Kelin. “Tujuannya hanya untuk menarik perhatian publik, dengan mengatakan hari ini tangan kirinya sakit. Besok kaki kirinya sakit.”

Baca Selanjutnya: Seruan demo...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini