AL China tiba di Yaman selamatkan warganya, lebih cepat dari TNI

Selasa, 31 Maret 2015 08:37 Reporter : Ardyan Mohamad
AL China tiba di Yaman selamatkan warganya, lebih cepat dari TNI Kapal perang AL China dikerahkan evakuasi warga dari Yaman. ©2015 Merdeka.com/Xiong Libing/Xinhua

Merdeka.com - Angkatan Laut China bergerak lebih cepat dibanding beberapa negara lain dalam menyelamatkan warga negaranya yang terjebak di Yaman. Sejak kemarin (30/3), tiga kapal perang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah bersandar di Pelabuhan al-Hodayda, sebelah Barat Yaman untuk evakuasi.

Dua kapal jenis frigat dan satu kapal logistik ini adalah satu-satunya unit tempur asing yang bisa merapat ke wilayah tengah dilanda perang saudara itu sebulan terakhir, seperti dilansir Stasiun Televisi CCTV News, Selasa (31/3).

"Dengan bantuan Angkatan Laut, pemerintah mengevakuasi 449 warga negara China yang kini berada di Yaman," tulis pernyataan pers Kementerian Luar Negeri China.

Para penduduk Tiongkok itu akan transit sementara di Djibouti, Afrika, yang posisinya tidak jauh dari Teluk Aden Yaman. Baru kemudian, rombongan bertolak ke Beijing. "Ini adalah pertama kalinya kapal perang kami melakukan misi penyalamatan di negara lain," kata Kepala Litbang Maritim Angkatan Laut PLA, Zhang Junshe.

Sebelumnya, baru Amerika Serikat yang mengerahkan kapal perang USS Iwo Jima untuk menyelamatkan personil kedutaan mereka dari Ibu Kota Sanaa. Namun operasi tersebut berlangsung Februari lalu, sebelum situasi keamanan memburuk karena Liga Arab menyerbu pemberontak Syiah Houthi.

Dari informasi diperoleh merdeka.com, banyak negara yang kini kesulitan mengevakuasi warganya dari Yaman. Staf kedutaan Pakistan, bersama beberapa puluh warganya, terpaksa menerobos perbatasan Arab Saudi, setelah melarikan diri lewat jalur darat.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, kemarin meminta tolong Saudi agar mengeluarkan 4.000 warganya dari wilayah konflik. Akses udara sampai sekarang ditutup.

Pemerintah Indonesia mengaku kesulitan menggelar evakuasi WNI yang bekerja atau sedang belajar agama di Yaman.

Total WNI yang berada di Yaman hingga saat ini ada 4.159 orang, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 2.626 orang, dan pekerja profesional di bidang minyak dan gas ada 1.488 orang.

"Pemulangan WNI tidak bisa dipercepat lantaran bandara ditutup, namun kita usahakan secepatnya mengeluarkan WNI dari Yaman," kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir kemarin.

Dia menjelaskan, sebenarnya sejak kemarin bandara dibuka, namun sangat terbatas jadwal penerbangan dan pesawat yang bisa terbang.

"Ada opsi lain seperti lewat darat, lewat perbatasan. Kita juga melihat kemungkinan lain dengan opsi lewat laut," imbuhnya.

Situasi semakin repot karena ada info 23 WNI ditahan pemberontak Houthi sejak akhir pekan lalu. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku sudah menerima kabar tersebut dari Kementerian Luar Negeri.

"Saya sudah perintahkan ke setiap jajaran, untuk melakukan penyelamatan," kata Jenderal Moeldoko.

Namun saat ini, baru beberapa personil TNI yang diterbangkan ke Yaman. Sehingga evakuasi WNI masih belum bisa berjalan cepat. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini