Akibat Malapraktik Dokter, Ratusan Anak Terjangkit HIV di Pakistan

Kamis, 16 Mei 2019 14:48 Reporter : Merdeka
Akibat Malapraktik Dokter, Ratusan Anak Terjangkit HIV di Pakistan HIV/AIDS. ©iStock

Merdeka.com - Ratusan anak di sebuah desa di selatan Pakistan dinyatakan terjangkit HIV. Penyebabnya ialah penggunaan jarum suntik oleh dokter yang malapraktik.

Belum lama ini, sejumlah anak harus menjalani tes HIV di Desa Wasayo, pinggiran Kota Larkana, Provinsi Sindh. Para orangtua menyaksikan dengan gugup. Polisi dikirim untuk menjaga ketertiban tes tersebut.

Pejabat kesehatan Pakistan mengatakan, sekitar 400 orang telah melakukan tes HIV dalam beberapa pekan terakhir, sebagian besar anak-anak. Tindakan itu dilakukan setelah para ahli menunjukkan lonjakan tingkat infeksi HIV di seluruh Pakistan, akibat penggunaan peralatan yang tidak steril dan malpraktik yang merajalela.

Warga desa marah besar sekaligus takut akibat epidemi ini, sebagaimana dilansir dari Channel News Asia pada Kamis (16/5). Mereka terpukul, terlebih saat pihak berwenang mengaitkan wabah dengan kelalaian yang parah atau niat jahat dari dokter anak setempat.

"Saya mengutuk (orang) yang telah menyebabkan semua anak-anak ini terinfeksi," kata Nisar Ahmed yang datang ke klinik pemeriksaan untuk meminta obat, setelah putrinya yang berusia satu tahun dinyatakan positif HIV tiga hari sebelumnya.

Sementara itu, Imam Zadi yang mengantar lima anaknya untuk diperiksa, juga memperlihatkan keterpukulannya.

"Seluruh keluarga sangat sedih," katanya kepada AFP.

Pihak lain mengkhawatirkan masa depan anak-anak mereka yang rusak parah setelah tertular HIV. Terlebih di sebuah daerah di Pakistan di mana warganya memiliki kesulitan akses terhadap fasilitas kesehatan.

"Dengan siapa ia akan bermain? Dan ketika dewasa, siapa yang ingin menikahinya?" kata seorang ibu dengan identitas anonim, mengatakan kepada wartawan sambil menangis. Putrinya yang berusia empat tahun baru saja dinyatakan positif HIV.

Pakistan telah lama dianggap sebagai negara dengan kerentanan yang tinggi HIV. Penyakit itu berkembang menjadi mengkhawatirkan, terutama di kalangan pengguna narkoba suntikan dan pekerja seks.

Populasi Pakistan yang melonjak juga meningkatkan kerawanan terhadap bertambahnya kasus HIV. Khususnya jika melihat realita sejumlah daerah tak memiliki akses yang memadai ke layanan kesehatan berkualitas. Hal itu membuat masyarakat pedesaan yang miskin menjadi rentan terhadap praktisi medis yang tidak memenuhi syarat.

Pejabat kesehatan provinsi mencatat, pasien berisiko tertular penyakit atau virus di klinik kesehatan, di mana suntikan sering digunakan sebagai pilihan pengobatan utama.

"Demi menghemat uang, para dokter ini akan menyuntik banyak pasien dengan satu jarum suntik. Hal ini bisa menjadi penyebab utama penyebaran kasus HIV," kata kepala provinsi Program Kontrol AIDS, Sikandar Memon.

Sebagian besar dokter yang tidak memenuhi syarat, penggunaan kembali jarum suntik yang telah digunakan, transfusi darah yang tidak aman, dinilai menjadi penyebab lonjakan kasus HIV dalam beberapa tahun terakhir, menurut seorang ahli penyakit menular di Universitas Aga Khan di Karachi.

Pihak berwenang yang menyelidiki wabah HIV di Sindh mengatakan, dokter yang dituduh bersalah dalam kasus ini juga telah dites positif HIV. Dari sel penjara, sang dokter menyangkal tuduhan dengan sengaja menyuntik pasiennya dengan virus.

Sementara itu, para orangtua saat ini sangat khawatir jika HIV dapat menular ke anak-anak lainnya. Khususnya, apabila penyakit itu tidak diobati dengan tepat.

"Kami tidak berdaya. Saya mempunyai anak-anak lain dan saya khawatir mereka akan terkena penyakit ini," kata seorang ibu yang putrinya baru-baru ini dinyatakan positif HIV.

"Tolong kirimkan obat untuk anak-anak kita agar mereka bisa disembuhkan. Jika tidak, semua anak kita akan mati, kan?" katanya.

Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6 [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Hiv/aids
  2. Pakistan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini