Ahmadinejad sebut Chavez akan turun ke dunia bareng Yesus

Kamis, 7 Maret 2013 13:05 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Ahmadinejad sebut Chavez akan turun ke dunia bareng Yesus Ahmadinejad. ©REUTERS

Merdeka.com - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad kemarin mengatakan Presiden Venezuela Hugo Chavez akan kembali lagi ke dunia pada hari kebangkitan bersama Yesus Kristus. Ahmadinejad juga menyatakan kedatangan Chavez itu akan membawa kedamaian, keadilan, dan kebaikan bagi dunia.

Situs the Huffington Post melaporkan, Kamis (7/3), Ahmadinejad menyatakan hal itu sehari setelah pengumuman hari berkabung buat kematian Hugo Chavez. Dalam pesannya, presiden Negeri Mullah itu juga menyatakan sangsi terkait penyakit yang diderita Chavez. Dia kemudian menyebut lelaki 58 tahun itu akan bangkit bersama Yesus suatu saat nanti.

Pernyataan seperti itu memang bukan yang pertama pernah dikatakan Ahmadinejad. Pada September tahun lalu, Ahmadinejad bahkan mengatakan tentang hari kebangkitan dan kedatangan sang Mesias itu saat menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kedatangan Juru Selamat akan menandai hari baru, dunia baru, dan hari kebangkitan. Hal ini juga menjadi awal perdamaian, keamanan dan kehidupan abadi," kata Ahmadinejad kala itu. "KedatanganNya akan menjadi hari terakhir bagi penindasan, tunasusila, kemiskinan, diskriminasi, dan menjadi awal perdamaian, kasih, dan empati."

Chavez yang seorang penganut Katolik Roma memang dikenal bersahabat dengan Ahmadinejad yang merupakan muslim. Ini lantaran keduanya sama-sama anti-Amerika.

Pada Januari lalu, Ahmadinejad sempat mengunjungi Venezuela dan bertemu Chavez. Ketika itu, kedua pemimpin negara anti-Amerika itu menyatakan perlawanannya terhadap Amerika dan akan bersatu melawan penjajahan dari Negeri Adidaya itu.

"Satu-satunya target yang saat ini diarahkan si penjajah Yankee itu adalah Iran, itu kenapa kita akan menunjukkan solidaritas kita untuk Iran," kata Chavez kala itu, seperti dikutip surat kabar the Telegraph. "Meskipun orang-orang sombong itu tidak ingin bersama-sama dengan kita, maka kita akan bersatu melawan dia selamanya," ucap Ahmadinejad yang ditujukan kepada Amerika.

Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga sempat membuat pernyataan seputar masalah kematian Chavez. Dia mengatakan kanker yang diderita Chavez merupakan tindakan dari musuh.

Chavez dinyatakan meninggal pada Selasa sekitar pukul 16.25 waktu Ibu Kota Caracas, setelah hampir dua tahun berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Mahmud Ahmadinejad
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini