Abdullah mangkat, Ratu Elizabeth jadi pemimpin tertua sedunia

Jumat, 23 Januari 2015 20:10 Reporter : Ardyan Mohamad
Abdullah mangkat, Ratu Elizabeth jadi pemimpin tertua sedunia Ratu Elizabeth II menyapa rakyat Inggris. (c) AFP

Merdeka.com - Selama lima tahun terakhir, pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah adalah petinggi monarki tertua sejagat. Setelah dia mangkat hari ini, Jumat (23/1), di usia 90 tahun maka rekor tersebut beralih ke Ratu Elizabeth II, pemimpin Kerajaan inggris Raya yang meliputi Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Sri Ratu saat ini 88 tahun. Elizabeth II pertama naik ke tampuk tertinggi kerajaan pada usia 25 tahun, lantas berkuasa lebih dari enam dekade.

The Daily Mail menyatakan meski bertahan lama di singgasananya, Ratu Elizabeth bukan petinggi monarki yang memerintah paling lama di era modern. Rekor tersebut masih dipegang oleh Sri Rama ke-IX, penguasa Thailand selama 68 tahun.

Surat kabar ini sekaligus melaporkan Pangeran Charles, putra Ratu Elizabeth II, akan melayat ke Saudi besok. Charles dan Raja Abdullah adalah sahabat karib.

Sebelumnya diberitakan, Raja Abdullah sudah dilarikan ke rumah sakit pada pesta tahun baru 2015 akibat sesak napas. Ditambah pelbagai komplikasi, akhirnya sang raja mangkat dini hari tadi.

Abdullah adalah putra pendiri Saudi modern pada 1932. Lelaki dengan kekayaan setara Rp 2.500 triliun itu kini telah mangkat dan meninggalkan lebih dari tujuh istri dan 22 anak, yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 15 anak perempuan.

Tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada saudara tirinya, Putra Mahkota Salman bin Abdulaziz Al Saud. Salman pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Riyadh selama bertahun-tahun dan menikmati reputasi pemerintahan yang baik. Sejak beberapa bulan terakhir, Salman secara de facto sudah menguasai Negeri Petro Dollar itu.

Saudi kini sedang dalam posisi yang kurang ideal untuk berganti kepemimpinan. Selain ancaman ISIS yang masih membara di Suriah dan Irak, merosotnya harga minyak dunia dapat mempengaruhi perekonomian kerajaan terkaya di Timur Tengah itu. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini