50 penganut Yahudi Indonesia gelar Hari Raya bersama Wamenlu AS

Selasa, 26 April 2016 19:40 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
50 penganut Yahudi Indonesia gelar Hari Raya bersama Wamenlu AS Perayaan Yahudi di Jakarta. ©2016 Merdeka.com/Channel 10

Merdeka.com - Yayasan Eits Chaim Indonesia mengorganisir perayaan Pesach 50 kaum Yahudi asal Indonesia. Perayaan ini merupakan sebuah tradisi makan malam bersama yang dilangsungkan setiap tahun selama ratusan abad lalu.

Perayaan Seder Pesach di Jakarta kali ini dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan sejumlah ulama Muslim di Indonesia.

"Pria dan wanita yang berbeda kepercayaan dapat berkumpul bersama untuk merayakan sebuah perayaan tradisional Yahudi di sini, di negara dengan mayoritas penduduk muslim. Ini merupakan hal yang sangat baik," ucap Wamenlu Blinken yang juga seorang Yahudi, seperti dilansir dari Times of Israel, Selasa (26/4).

Seorang ulama muslim Indonesia, Suhai Suat yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakan semua negara di dunia hanya memiliki satu tujuan, yakni kedamaian.

"Karenanya, tidak boleh kami membeda-bedakan cara memperlakukan orang lain yang berbeda agama dengan kita," ujar Suhai.

Seorang Indonesia yang beragama Yahudi Johannes Sengi mengatakan kehidupan bebas beragama itu penting. "Keinginan untuk hidup itu baik. Ini merupakan identitas kita, kepercayaan kita, iman kita merupakan hak dasar umat manusia."

Yahudi Indonesia kebanyakan merupakan keturunan kaum Yahudi Irak dan Belanda yang berimigrasi sejak 1920-an. Karena kepercayaan Yahudi tidak diakui di Tanah Air, maka kebanyakan di KTP Yahudi Indonesia ini beragama Kristen.

Seorang perempuan Yahudi asal Indonesia yang tidak disebutkan namanya mengatakan, masyarakat yang mengatakan benci pada Israel dan Yahudi sebenarnya tidak tahu apa yang mereka katakan.

"Ketika mereka meneriakkan 'saya benci Yahudi, saya benci Israel', kita tidak bisa benar-benar menghakimi mereka demikian, karena mereka sebenarnya belum bertemu dengan banyak Yahudi," pungkas dia.

Banyak ulama yang datang, selain Suhai Suat, ada juga Ketua Umum Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia, K.H. Yayan Hendrayana, serta Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman.

Bulan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan beberapa wartawan Indonesia di kantornya di Yerusalem. Dia mengatakan banyak hubungan bilateral yang sebenarnya terjalin antara Indonesia dengan Negeri Bintang Daud tersebut.

"Banyak sekali kesempatan untuk menjalankan kerja sama bilateral, terutama di bidang teknologi air dan teknologi tinggi," ungkap Netanyahu pada wartawan dari berbagai media lokal Indonesia.

Awal Maret 2016, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi dicekal masuk ke wilayah Ramallah untuk melantik Konsul Kehormatan oleh pihak Israel. Menurut pihak Negeri Zionis, mereka tidak mengizinkan Menlu Retno masuk ke Israel karena tidak ada dalam rencananya untuk sekedar mampir ke Yerusalem. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini