5 negara sadap pejabat RI, masuknya lewat Indosat dan Telkomsel

Jumat, 6 Maret 2015 09:25 Reporter : Ardyan Mohamad
5 negara sadap pejabat RI, masuknya lewat Indosat dan Telkomsel Menlu Retno L.P Marsudi (kanan) bertemu Menlu Selandia Baru di Auckland. ©2015 Merdeka.com/kemlu.go.id

Merdeka.com - Edward Snowden belum berhenti menggebrak komunitas intelijen dunia lewat bocoran data-datanya. Paling baru, informasi dari mantan pegawai badan Pertahanan Nasional Amerika Serikat (NSA) itu mengungkap penyadapan Selandia Baru terhadap pejabat Republik Indonesia pada 2009.

Dalam sebuah wawancara radio, disebutkan bahwa Selandia Baru aktif mengumpulkan data dari negara-negara tetangganya, baik itu Indonesia maupun negara kecil di Kepulauan Pasifik sepanjang 2009.

"Mereka menyadap nyaris semua sambungan telepon, setiap email, dan data-data itu langsung dikirim ke markas NSA," ungkap wartawan investigasi Nicky Hager yang melansir ulang temuan Snowden saat diwawancara Radio New Zealand kemarin.

Semua data yang terkumpul itu diserahkan Dinas Rahasia Selandia Baru (GCSB) kepada NSA, tempat Snowden bekerja. Rantai pasokan data itu adalah bagian dari kerja sama intelijen "Five Eyes", antara AS, Kanada, inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Menurut Hager, Australia membobol jaringan operator seluler PT Indosat, sedangkan Selandia Baru kebagian tugas mencuri data dari PT Telkomsel.

Merujuk data, pelanggan PT Telkomsel selaku anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pada 2009 sebanyak 82 juta orang, terbesar di Indonesia. Tidak diketahui berapa pejabat negara yang menggunakan jasa operator seluler tersebut.

Sedangkan PT Indosat Tbk (ISAT) pada periode yang sama memiliki 33,3 juta pengguna. Dua operator tersebut pada periode penyadapan terjadi menguasai 77 persen pangsa pasar bisnis seluler di Tanah Air.

Dari jumlah sebanyak itu, operasi intelijen gabungan AS dan empat negara anggota persemakmuran Inggris Raya menjaring 1,8 juta enkripsi induk dari kedua operator tersebut, seperti dilansir surat kabar the New York Times.

Pengamat Telekomunikasi Sarwoto Atmosutarno menyatakan pembobolan jaringan Telkomsel dan Indosat oleh intelijen asing sebetulnya pernah beredar di kalangan pekerja teknologi informasi.

"Itu sebetulnya isu lama, tapi pemerintah tak ada langkah tegas. Jika data Snowden benar, seluruh operator harus lakukan audit forensik jaringan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Ketika dikonfirmasi terpisah tahun lalu, CEO Indosat Alexander Rusli tidak menutup-nutupi jaringannya diretas intelijen asing. Tapi dia memastikan, [ard] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini