4 Ulah manusia yang bikin bumi bertambah panas

Selasa, 14 Agustus 2018 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
4 Ulah manusia yang bikin bumi bertambah panas Global Warming. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Suhu bumi semakin panas. Karena terlalu panas, es mencair dan permukaan laut naik hingga 60 meter dari garis pantai, membanjiri rumah penduduk pesisir. Karena suhu yang makin panas pula, banyak orang tewas dalam kebakaran hutan dan gelombang panas yang terjadi di Amerika Serikat hingga Asia.

Menurut laporan yang dikutip dari CNN, jika pemanasan global ini tidak dibenahi, maka suhu rata-rata global akan jauh lebih tinggi dan lapisan es mencair menutupi permukaan laut.

Pemanasan global bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya ulah manusia. Berikut beberapa ulah manusia yang membuat bumi bertambah panas:

1 dari 4 halaman

Karena efek rumah kaca

Kota di China. ©2018 China Daily

Para ilmuwan memperingatkan bahwa efek gelombang panas domino akan naik lebih dari 2 derajat celsius. Menurut Laporan, "Sistem Bumi Trajektori di Anthropocene," yang diterbitkan dalam American Proceedings of National Academy of Sciences, mengatakan suhu rumah kaca bisa menyebabkan kenaikan 4 derajat hingga 5 derajat celsius lebih tinggi dari tingkat industri.

"Gas emisi dan rumah kaca bukan satu-satunya penentu suhu di Bumi. Studi kami menunjukkan bahwa pemanasan global meningkat 2 derajat celsius karena ulah manusia lainnya. Ini bisa memicu sistem bumi lainnya. Hal ini bisa menyebabkan pemanasan global lebih lanjut, bahkan jika kita berhenti memancarkan gas rumah kaca," kata penulis utama Will Steffen dari Australian National University.

2 dari 4 halaman

Penebangan hutan secara liar

Aktivitas pembalakan di hutan Kalimantan. ©AFP PHOTO/Bay Ismoyo

Penebangan liar dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Dampak paling parah adalah hilangnya habitat bagi jutaan spesies. Delapan puluh persen hewan dan tumbuhan hidup di hutan. Tapi setelah ada penebangan liar, mereka tidak bisa bertahan hidup, karena manusia menghancurkan rumah mereka.

Selain menghilangkan tempat tinggal hewan dan tumbuhan, penebangan liar juga menyebabkan perubahan iklim. Tanah hutan sudah lembab, tetapi jika tak dilindungi oleh dedaunan dari sinar matahari, maka tanah akan mengering. Pohon juga membantu melestarikan siklus air dengan mengembalikan uap air ke atmosfer. Tanpa ada pohon, maka hutan akan tandus.

Pohon juga berperan penting dalam menyerap gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. Semakin sedikit hutan berarti semakin banyak gas rumah kaca yang masuk ke atmosfer, maka semakin parah pemanasan global.

3 dari 4 halaman

Kegiatan industri yang berlebihan

Pabrik di China cemari lingkungan desa. ©asiancorrespondent.com

Sebuah kelompok yang terdiri dari 1.300 ahli ilmiah independen dari negara-negara di seluruh dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyimpulkan ada kemungkinan lebih dari 95 persen kegiatan manusia selama 50 tahun terakhir menjadi penyebab global warming.

Kegiatan industri di zaman modern ini meningkatkan jumlah karbon dioksida ke atmosfer, dari 280 daerah hingga 400 daerah dalam 150 tahun terakhir. Kelompok itu juga menyimpulkan ada kemungkinan 95 persen gas rumah kaca yang dihasilkan manusia seperti karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida, menjadi penyebab peningkatan suhu bumi selama 50 tahun terakhir.

Selain itu, beberapa peneliti juga mengambil sampel udara murni dari puncak gunung di Hawaii setiap bulan sejak 1958 dan menganalisis unsur-unsurnya. Pengamatan mereka menunjukkan bahwa jumlah dan komposisi isotop CO2 berubah, dan mereka yakin ini adalah perbuatan manusia, termasuk emisi karbon dari pembakaran bahan bakar fosil.

4 dari 4 halaman

Pencemaran karbon akibat ulah manusia

Polusi India. ©Istimewa

Beberapa orang menyatakan bahwa pemanasan global saat ini adalah hasil dari keadaan alami dalam iklim Bumi. Meskipun begitu, manusia menjadi penyebab utama perubahan iklim tersebut. Pencemaran karbon dari mobil, truk, pesawat, pembangkit listrik, pabrik dan peternakan adalah masalah utama pemanasan global. Karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya menyerap panas, menyebabkan suhu global meningkat, mengubah iklim.

Menurut laporan tahun 2014 dari Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan, masyarakat terbesar di dunia menyebabkan perubahan iklim. Salah satu perilaku sepele mereka adalah merokok. Selain menjadi penyumbang pemanasan global, merokok juga menyebabkan kanker paru-paru. [has]

Baca juga:
Prediksi kondisi Bumi di masa depan
Negara-negara ini pernah diterpa suhu panas, telan banyak korban
Gelombang panas makin memburuk di Kanada, 17 orang tewas
AS hapus program penelitian gas rumah kaca NASA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini