4 Fakta Bashar, pengusaha yang ingin bangun kota mewah di Palestina

Selasa, 23 Oktober 2018 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
4 Fakta Bashar, pengusaha yang ingin bangun kota mewah di Palestina Bashar Masri. ©Harrison Jacobs/Business Insider

Merdeka.com - Miliarder keturunan Palestina-Amerika Serikat, Bashar Masri, berencana membangun kota yang sangat mewah di Tepi Barat, Palestina. Pria kelahiran 4 Februari 1961 ini memang seorang pebisnis yang sukses. Dia memiliki banyak bisnis di Palestina, seperti Al-Ayyam Newspaper, Massar International Ltd, Siraj Fund Management Company, dan yang saat ini dikerjakan Rawabi City & Bayti Real Estate. Bahkan Masri pernah mendapat gelar "Pemimpin Global Masa Depan" oleh World Economic Forum. Dan pernah masuk dalam Majalah Fortune, yang mencantumkan Masri dalam daftar "50 Pemimpin Terkaya di Dunia". Ia berada di posisi ke-38 dalam daftar tersebut.

Kota yang ia rencanakan itu dinamakan Rawabi. Proyek pembangunan kota ini disinyalir memakan dana sekitar USD 1,4 miliar atau setara dengan Rp 21 triliun. Masri berharap Rawabi bisa menjadi tulang punggung ekonomi negara Palestina yang ia rencanakan selama lebih dari satu dekade. Berikut beberapa fakta tentang pembangunan kota mewah Rawabi, yang diinginkan Bashar:

1 dari 4 halaman

Rawabi menjadi kota perencanaan pertama di Palestina

Palestina gelap gulita. ©2017 REUTERS/Mohammed Salem

Saat ini kondisi Palestina sedang hancur berantakan. Dengan adanya ide dari Masri, Palestina akan memiliki kota mewah di Tepi Barat. Artinya, Rawabi akan menjadi kota yang dibangun oleh dan untuk Palestina. Ini adalah proyek sektor swasta terbesar dalam sejarah Palestina.

Bashar mengatakan kepada Business Insider, tujuannya membangun kota-kota mewah ini adalah untuk menghasilkan uang. Dia berharap Rawabi bisa menjadi model untuk kota-kota Palestina di masa depan dan proyek-proyek ekonomi. [has]

Baca juga:
Penampakan puluhan tank Israel yang menuju perbatasan Jalur Gaza
Targetkan kelompok Hamas, Israel mengerahkan serangan ke jalur Gaza
Indonesia panggil dubes Australia soal rencana pindahkan kedutaan ke Yerusalem
Palestina sesalkan rencana Australia pindahkan kedutaan ke Yerusalem
Indonesia sumbang Rp 30 miliar buat pengungsi Palestina
BAZNAZ dan UNRWA kerja sama bantu rakyat Palestina

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini