2 Kilang Minyak Terbesar Dunia Ditembak Drone, AS Tuding Iran Dalang Penyerangan

Minggu, 15 September 2019 12:12 Reporter : Merdeka
2 Kilang Minyak Terbesar Dunia Ditembak Drone, AS Tuding Iran Dalang Penyerangan

Merdeka.com - Dua fasilitas kilang minyak milik Arab Saudi, Abqaiq dan Khurais, terbakar setelah mendapat serangan drone, Sabtu (14/9). Kedua kilang minyak tersebut merupakan fasilitas terpenting milik Saudi Aramco.

Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mike Pompeo, menuduh Iran memimpin serangan terhadap kilang minyak Saudi. Meski sebelumnya, kelompok pemberontak asal Yaman, Houthi, telah mengklaim serangan kilang minyak terbesar di dunia itu dilakukan oleh pihaknya.

Menurut Pompeo, tidak ada bukti kuat bahwa serangan kilangan minyak Saudi dilakukan oleh Yaman. "Tehran berada di balik hampir 100 serangan terhadap Arab Saudi," kata Pompeo dalam akun Twitternya, Sabtu sore.

Saudi Aramco menyebutkan, kedua fasilitas kilang minyak itu merupakan yang terbesar di dunia. Akibat serangan di dua fasilitas kilang minyak tersebut, Kerajaan Arab Saudi harus kehilangan separuh persediaan minyak mentahnya.

Tak berselang lama setelah kejadian, Houthi, kelompok bersenjata yang menguasai Yaman mengklaim keterlibatannya di balik serangan itu. Namun, klaim tersebut diragukan oleh AS. Sebaliknya, AS menuduh peristiwa penyerangan itu adalah bagian dari perlawanan Iran.

"Kami menyerukan semua negara untuk secara terbuka dan tegas mengutuk serangan yang dilakukan Iran," imbuh Pompeo.

Menurutnya, pemerintahan Trump akan bekerja dengan para sekutu untuk memastikan pertanggungjawaban Iran atas serangan militer yang dilakukannya. Termasuk dalam serangan ini yang menghilangkan separuh pasokan minyak kerajaan Saudi itu.

Sejalan dengan pandangan Pompeo, anggota senat AS Lindsay Graham juga menuduh Iran di balik serangan kilang minyak Saudi yang diklaim Yaman. Menurutnya, serangan kilang minyak kemarin menjadi bagian dari perlawanan Iran yang tidak menunjukkan iktikad damai dan mengejar pengembangan nuklir.

"Sekarang saatnya bagi AS untuk melakukan serangan terhadap kilang minyak Iran, jika mereka melanjutkan provokasi mereka atau meningkatkan pengembangan nuklir," tulis Graham di Twitter pribadinya, mengecam aksi penyerangan kilang minyak Saudi.

Seorang pakar Timur Tengah di lembaga Think Tank Brookings Institution di Washington, Suzanne Maloney, percaya bahwa Iran terlibat dalam aksi penyerangan ini. Meski demikian, menurut Suzanne, butuh bukti yang kuat untuk membuktikan keterlibatan Iran dalam aksi serangan di kilang minyak Abqaiq dan Khurais kemarin.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian internasional yang disetujui sejak 2015 lalu, tentang penjagaan ambisi nuklir Iran. Pemerintahan Trump juga telah memberlakukan serangkaian sanksi yang melumpuhkan perekonomian Iran.

Namun, beberapa pekan terakhir Trump mengatakan dia akan membuka pertemuan dengan Rouhani. Kabarnya, pertemuan tersebut mungkin akan terlaksana di sela sidang majelis umum nasional di New York, bulan ini.

Sebaliknya, Rouhani menolak tuduhan pengembangan senjata Nuklir oleh Iran. Dia menegaskan, Iran tidak akan bertemu dengan Amerika Serikat, hingga Trump mencabut sanksinya.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini