12 Orang Tewas dalam Demo Anti-pemerintah di Irak

Kamis, 3 Oktober 2019 14:32 Reporter : Pandasurya Wijaya
12 Orang Tewas dalam Demo Anti-pemerintah di Irak demonstrasi di irak. ©Khalid al-Mousily/Reuters

Merdeka.com - Sedikitnya 12 orang tewas dalam unjuk rasa anti-pemerintah di seantero Irak yang dimulai sejak awal pekan ini. Kabar itu disampaikan sumber dari rumah sakit setempat hari ini.

Demonstran di Ibu Kota Baghdad dan Kota Nasiriya turun ke jalan untuk menuntut lapangan kerja, perbaikan layanan umum dan pemberantasan korupsi. Unjuk rasa ini berujung bentrok dengan aparat keamanan yang melepaskan tembakan gas air mata dan peluru tajam.

Laman Anadolu melaporkan, Kamis (3/10), tujuh orang dilaporkan tewas--enam demonstran dan satu polisi--dalam unjuk rasa di Dhi Qar kemarin setelah jam malam diberlakukan.

Jumlah korban luka mencapai 112 orang--97 demonstran dan 15 polisi, kata sumber di Rumah Sakit Pelatihan Husyaniya.

Kaum perempuan juga ikut turun ke jalan di hari kedua demo kemarin di Baghdad. Pengunjuk rasa berkumpul di kawasan al-Shaab di utara Baghdad dan Zafaraniya di selatan kota itu.

"Saya turun ke jalan hari ini untuk mendukung saudara-saudara saya di Alun-alun Tahrir," kata Abdallah Walid kepada kantor berita AFP di Zafaraniya. Massa juga tampak membakar ban di jalanan dan merusak mobil polisi.

"Kami ingin pekerjaan dan perbaikan layanan. Kami sudah menuntut ini bertahun-tahun tapi pemerintah tidak pernah menanggapi," kata pria 27 tahun itu.

1 dari 1 halaman

Demonstrasi yang terbesar

Jam malam juga diberlakukan di tiga kota yaitu Nasiriya, Amara dan Hill.

Tak hanya itu internet di beberapa daerah juga diputus. Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, dan sejumlah media sosial lainnya diblokir oleh berbagai penyedia jasa internet sejak pukul 15.30 kemarin.

"Kami ingin perubahan, kami ingin pemerintah lengser," kata seorang demonstran di Baghdad kepada kantor berita Reuters.

Dewan Keamanan Nasional kemarin menggelar rapat darurat dengan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi untuk menangani kerusuhan.

Demonstrasi ini adalah yang terbesar dalam pemerintahan Mahdi saat ini.

Dalam pernyataannya hari ini Mahdi mengatakan "seluruh kendaraan dan warga dilarang keluar rumah" sejak pukul 05.00 waktu setempat.

Turis yang datang dan pergi ke bandara, ambulans, pegawai pemerintah di rumah sakit, perusahaan listrik, dan air serta peziarah tidak termasuk dalam larangan ini.

Selasa malam Mahdi menyampaikan penyesalannya atas kekerasan yang terjadi dan berjanji akan menggelar penyelidikan di balik unjuk rasa ini.

"Kejadian ini membuat saya sedih, anak-anak kita, pasukan keamanan terluka dan perusakan dan penjarahan terjadi di mana-mana," tulis Mahdi di laman Facebook.

"Kami menegaskan kepada rakyat bahwa prioritas kita adalah fokus dan memberi solusi radikal yang realistis atas berbagai masalah selama ini." [pan]

Baca juga:
Rekaman Suara Terbaru Baghdadi Serukan Pembebasan Muslimah ISIS di Kamp Penahanan
Melacak Rute Pasokan Senjata AS yang Jatuh ke Tangan ISIS
Leo, Singa di Irak yang Sering Bermain dengan Manusia
Tak Ada Manusia, Hewan-hewan Ini Pun Jadi 'Pengantin Bom' ISIS dan Taliban
Serunya Pemuda Irak ini Bermusik dengan Gelas Anggur
ISIS Pasangi Sapi dengan Rompi Bom untuk Meneror Warga Irak

Topik berita Terkait:
  1. Irak
  2. Demonstrasi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini