12 Hari tahun 2018, 3 warga Palestina tewas ditembak tentara Israel

Jumat, 12 Januari 2018 11:46 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Demonstran Palestina berpakaian Santa Claus kecam Trump. ©2017 REUTERS/Mohammed Salem

Merdeka.com - Tahun 2018 baru berumur 12 hari. Namun, tindakan kekerasan dan penembakan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina telah mengakibatkan tiga warga Palestina meninggal dunia.

Bentrok antara tentara Israel dan warga Palestina meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan itu membuat Palestina geram.

Padahal mereka ingin Yerusalem sebagai ibu kota masa depan mereka. Demi membela negara mereka, warga sipil Palestina dan remaja akhirnya berperang melawan tentara Israel.

Pada tahun 2018, korban tewas pertama bernama Musab Firas al Tamimi (17) pada 5 Januari. Remaja Palestina ini tewas ditembak di bagian leher. Saat itu Musab ikut dalam perlawanan terhadap tentara Israel.

Musab juga menjadi salah satu dalam anggota keluarga Ahed Tamimi, aktivis Palestina yang berani menampar dua tentara Israel. Selang seminggu kemudian, warga Israel tewas ditembak orang tak dikenal dari kendaraan yang sedang melaju. Korban bernama Raziel Shevah (35) yang tewas di pemukiman ilegal Israel, Havat Gilad.

Imbas kejadian tersebut, tentara Israel membuat pos pengamanan dan menutup jalan di Kota Nablus. Mereka juga menggeledah beberapa rumah dan perkampungan untuk mencari pelaku.

Pada Jumat (12/1), tentara Israel kembali menembak dua remaja Palestina bernama Amir Abu Musaed (16) dan Ali Kaddus (16), dan ada tiga korban yang terluka parah. Amir tewas tertambak di bagian dada dan Ali tewas tertembak di bagian kepala.

Menurut saudara laki-laki Kaddus, Alaa Qador, tidak ada bentrokan atau protes saat itu. Ali hanya berdiri di antara beberapa orang. Lalu tentara Israel lewat dengan jip mereka dan menembak kepala Ali.

Ali diketahui tewas di dekat pos pemeriksaan sementara Israel, di pintu masuk desa Tell ke barat daya Kota Nablus. Tindakan tentara Israel ini diduga imbas dari penembakan warga negaranya di pemukiman ilegal Israel, Havat Gilad. [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.