100 Kota di Sri Lanka boikot penjualan rokok

Kamis, 23 Agustus 2018 12:02 Reporter : Farah Fuadona
100 Kota di Sri Lanka boikot penjualan rokok Bendera Sri Lanka. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Lebih dari 100 kota di seluruh Sri Lanka telah memboikot penjualan rokok di seluruh negeri. Ini merupakan bagian dari kampanye negara bebas tembakau yang diusulkan Kementerian Kesehatan setempat.

Menurut Kementerian tersebut, Uni Inspektur Kesehatan Masyarakat (PHI) telah meluncurkan beberapa program di seluruh negeri untuk mendidik warga setempat mengenai dampak buruk merokok dan hasilnya, pemilik toko serta pengusaha dari banyak kota kecil telah menghentikan penjualan rokok.

Sebanyak 22 kota kecil di Jaffna, di bekas wilayah perang di Sri Lanka Utara, 17 kota kecil di Matara di bagian selatan negara pulau tersebut dan 16 kota kecil di Kurunegala di bagian barat-laut Sri Lanka tidak menjual rokok, dilansir dari Antara pada Kamis. Sebanyak 107 kota kecil memboikot penjualan rokok.

Menteri Kesehatan Rajitna Senaratne, saat menyampaikan kepuasan mengenai jumlah itu, mengatakan mereka berharap bisa meningkatkan jumlah tersebut jadi 200 kota di tahun depan.

Pemerintah Sri Lanka selama beberapa tahun belakangan telah melakukan beberapa tindakan guna mendorong orang agar tidak merokok dan mengurangi pejualan rokok di seluruh pulau itu.

Sebagian langkah tersebut meliputi peningkatan pajak atas tembakau sampai 90 persen, peningkatan peringatan berupa gambar, larangan penjualan rokok dalam radius 100 meter dari sekolah dan larangan orang merokok di tempat umum.

Pemerintah juga bermaksud melarang pembudidayaan tembakau sampai 2020. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini