Penjelasan Polisi soal Hoaks-Hoaks yang Beredar di Media Sosial 22 Mei

Jumat, 24 Mei 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Penjelasan Polisi soal Hoaks-Hoaks yang Beredar di Media Sosial 22 Mei Massa bentrok dengan polisi di Petamburan. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Sejumlah kabar bohong atau hoaks sempat berseliweran di media sosial saat terjadi kericuhan pada aksi 22 Mei 2019 lalu. Info-info yang beredar itu sangat meresahkan masyarakat.

Karena itu, Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang banyak beredar di media sosial tanpa mengkroscek kembali kebenarannya. Berikut ini beberapa hoaks yang berseliweran seputar 22 Mei dan penjelasan polisi:

1 dari 3 halaman

Tidak Pernah Perintahkan Tembak Massa

Banyak kabar yang mengatakan bahwa pihak kepolisian sengaja menembak massa selama aksi 21 dan 22 Mei lalu. Hal itu dengan tegas dibantah oleh pihak kepolisian.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan pihaknya tidak pernah memerintahkan kepada jajarannya untuk menembak di tempat terhadap masyarakat pelaku kerusuhan. Kabar yang beredar soal perintah penembakan adalah hoaks.

"Tak pernah ada (perintah) tembak di tempat. Kami punya SOP (standar operasional prosedur), tahapannya dari soft ke hard. Anggota (Polri) memahami SOP itu," kata Kapolri Tito.

2 dari 3 halaman

Kabar Pakai Peluru Tajam

Polri membantah telah menggunakan peluru tajam dalam penanganan aksi massa 22 Mei lalu. Kabar yang beredar soal penggunaan tajam dalam pembubaran massa adalah tidak benar alias hoaks.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, polisi dalam melakukan pengamanan aksi 22 Mei 2019 hanya dibekali tameng, gas air mata, dan water cannon.

3 dari 3 halaman

Kabar Brimob Warga Negara Asing (WNA)

Sempat beredar kabar seorang anggota Brimob yang bermata sipit. Warga net menduga ia adalah WNA China. Kabar ini langsung dibantah pihak kepolisian.

"Bahwa (personel) negeri seberang yang sipit-sipit tidak ada. Semuanya murni personel Brimob WNI," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal.

Belakangan diketahui anggota Brimob itu bernama Andre K. Iroth asli Manado, Sulawesi Utara. Ia adalah satu dari banyaknya anggota yang dikirim menjaga Jakarta.

Identitas Andre K. Iroth pun dikonfirmasi anggota brimob lain seperti Rocca Baraya melalui akun @Roccabarayaa. "Ini junior saya. Dia asli tanah Manado. Salah satu kota di Indonesia yang di kenal pencetak penerus generasi bangsa berfisik rupawan," tulis @Roccabarayaa.

[has]
Topik berita Terkait:
  1. Polisi
  2. 22 Mei
  3. Cek Fakta
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini