CEK FAKTA: Tidak Benar Video TKA China Ukur Tanah di Bekasi Usai Omnibus Law Disahkan

Rabu, 11 November 2020 12:29 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Video TKA China Ukur Tanah di Bekasi Usai Omnibus Law Disahkan Demo buruh tolak Omnibus Law. ©2020 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Sebuah video diduga TKA China sedang mengukur tanah beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Penyebar video itu menuliskan pesan bahwa TKA China mengukur tanah di Bekasi usai Omnibus Law disahkan. peristiwa dalam video berdurasi 3:17 detik itu terjadi pada September 2018 di Kelurahan Jatimulya Kabupaten Bekasi.

hoaks video tka china ukur tanah di bekasi setelah omnibus law disahkan
Instagram/@jabarsaberhoaks

"Baru saja OMNI BUSLAW di SAHKAN CHINA dah ngukur ngukur tanah tampa sepengetahuan RT nya di BEKASI".

Penelusuran

Penjelasan terkait video TKA China yang mengukur tanah di Bekasi, dijelaskan dalam artikel Tempo.co berjudul "Heboh Video TKA Cina Ukur Tanah di Bekasi, Ini Kata Adhi Karya" pada 18 September 2020.

PT Adhi Karya membantah tenaga kerja asing atau TKA Cina yang kedapatan mengukur tanah di Jatimulya, Bekasi adalah karyawannya. Beberapa orang berseragam biru berkewarganegaraan Cina itu ditemukan berada sekitar sekitar proyek depo LRT, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Video TKA asal Cina itu viral di media sosial setelah direkam oleh warga setempat. Video viral itu memperlihatkan beberapa warga asing asal Cina melakukan kegiatan pengukuran tanah di sekitar proyek depo Light Rail Transit (LRT) Jatimulya.

Dalam video tersebut, WNA Cina itu ditanyai oleh warga setempat namun mereka tak dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Corsec PT Adhi Karya Ki Syahgolang menduga pekerja asal Cina tersebut bekerja untuk proyek Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC). Letak proyek kereta cepat berada di sisi selatan tol Jakarta-Cikampek atau berseberangan dengan lahan yang dipakai untuk LRT.

"Mungkin dapat ditanyakan ke pihak lain perihal tersebut," Kata Ki Syahgolang (Corsec ADHI) saat dikonfirmasi Tempo pada Selasa, 18 September 2018.

Ki Syahgolang tak mengetahui keperluan pekerja asal Cina di lokasi yang bakal dibangun depo LRT tersebut.

Keberadaan empat orang TKA asal Cina pada 5 September 2018 itu mengundang perhatian warga setempat. Apalagi situasi di lokasi sedang memanas, karena warga terancam digusur untuk depo LRT Jatimulya. Pengurus RT setempat, Karta Sitepu mengatakan, empat orang TKA tak bisa diajak komunikasi dengan bahasa Indonesia dan Inggris.

Kesimpulan

Video yang beredar saat TKA China mengukur tanah setelah Omnibus Law disahkan adalah tidak benar. Video itu sudah beredar sejak 2018, sebelum Omnibus Law disahkan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini