CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Nusantara Sudah Diakui Dunia

Senin, 26 Juli 2021 16:03 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Nusantara Sudah Diakui Dunia Vaksin Corona Covid 19. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar video yang mengklaim bahwa vaksin Nusantara buatan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah mendapatkan persetujuan dari dunia. Video tersebut bernarasi; “AKHIRNYA!! DUNIA SETUJUI VAKSIN NUSANTARA, DOKTER TERAWAN TERDEPAN BERHASIL SELAMATKAN DUNIA

Dalam video tersebut mantan Menkes Terawan menyampaikan vaksin Nusantara berbasis Dendrintic Cell Vaccine Immunotherapy, yang diklaim dapat melawan Covid-19. SARS-Cov-2 atau virus Covid-19 dan dunia sudah menyetujui vaksin tersebut.

tidak benar vaksin nusantara diakui dunia
Kominfo

Penelusuran

Setelah ditelusuri, klaim vaksin Nusantara sudah diakui dunia adalah tidak benar. Melansir dari Kompas.com, Peneliti vaksin dan doktor di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler di Universitas Adelaide Australia, dr Ines Atmosukarto menjelaskan jurnal yang dijadikan landasan pengembangan Vaksin Nusantara tersebut baru berupa hipotesa. Jurnal tersebut berisikan hipotesa terhadap kemungkinan terdapat efektivitas melawan Virus Corona, bukan jurnal yang melaporkan hasil penelitian.

"Untuk para pejabat dan masyarakat umum di Indonesia: publikasi pada jurnal bukan validasi sepenuhnya. Jadi, jangan jadikan alasan bahwa suatu penemuan terpublikasi sebagai validasi mutlak. Diskusi ilmiah paska publikasi juga penting," kata dr Ines.

dr Ines mengatakan bahwa paper atau makalah dalam jurnal yang menampung hipotesa bukan jurnal yang melaporkan hasil penelitian. "Jadi sifatnya spekulatif tidak didukung pembuktian," kata dr Ines.

Lebih lanjut dr Ines menyebut bahwa jurnal tersebut bukan jurnal acuan untuk pelaporan penelitian vaksin. Di samping itu, menurut dia, ketiga penulis yang menulis jurnal berjudul Dendritic cell vaccine immunotherapy; the beginning of the end of cancer and COVID-19, tidak memiliki track record di bidang vaksin sel dendritik.

Sementara itu, dilansir dari Detik.com, Peneliti utama vaksin dendritik Nusantara, Kolonel Jonny, memastikan klaim 'diakui' yang ramai dibicarakan bukan berupa persetujuan dari otoritas berwenang seperti organisasi kesehatan dunia WHO.

"Bukan diakui dunia seperti disetujui WHO, itu sudah di-publish di jurnal PubMed kan, jurnal internasional. Artinya, sudah dilirik dunialah," kata Jonny saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Artikel di jurnal internasional PubMed yang dimaksud berjudul 'Dendritic cell vaccine immunotherapy; the beginning of the end of cancer and Covid-19'. Isinya bukan hasil uji klinis vaksin Nusantara, melainkan hipotesis teknologi dendritik untuk vaksin Covid-19.

Johnny menegaskan, para peneliti vaksin Nusantara saat ini masih tetap mematuhi nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan TNI AD. Artinya, para peneliti masih belum melanjutkan uji klinis.

"Kan sesuai MoU (nota kesepahaman) itu, kami masih menunggu. Kami nggak bisa lanjut ke fase tiga," kata Jonny.

Kesimpulan

Klaim vaksin Nusantara sudah diakui dunia adalah keliru. Faktanya, jurnal ilmiah terkait Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy yang dijadikan acuan pembuatan vaksin Nusantara baru berupa hipotesis yang dianggap memiliki efektivitas melawan virus Covid-19.

Peneliti utama vaksin dendritik Nusantara, Kolonel Jonny mengatakan vaksin Nurantara belum diakui dunia seperti disetujui WHO.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/29/170100323/ahli-jurnal-vaksin-sel-dendritik-tidak-disertai-pembuktian?page=all#page2 [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini