CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Penyebab Meningkatnya Kasus Covid-19

Selasa, 3 Agustus 2021 17:21 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Penyebab Meningkatnya Kasus Covid-19 Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Dosis Kedua. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sebuah video menginformasikan vaksinasi ganda menjadi penyebab meningkatnya kasus Covid-19. Hal itu disampaikan seorang pria, Mark Sexton, melalui video. Pria itu disebut sebagai mantan Kepolisian London Mark Sexton. Dia juga menyebut tes PCR sangat tidak efektif mendeteksi Covid-19.

informasi pcr tidak bisa deteksi covid 19
twitter

"The double vaccinated are now filling up the hospitals and testing positive for COVID. Proof the vaccine does not work and is more deadly than the virus itself." kata Sexton.

Penelusuran

Cek fakta merdeka.com menelusuri pernyataan dalam video itu. Hasilnya, informasi vaksin malah meningkatkan kasus Covid-19 adalah tidak benar.

1. Vaksin penyebab meningkatnya kasus Covid-19

Dalam artikel Reuters Fact Check berjudul "Fact Check-Approved vaccines are not more dangerous than COVID-19" pada 29 Juli 2021 dijelaskan bahwa vaksin Covid-19 justru mengurangi pasien Covid-19 di rumah sakit.

Kepala Penasihat Ilmiah Inggris, Patrick Vallance, mengatakan 60 persen orang yang dirawat di rumah sakit yakni pasien Covid-19 yang tidak divaksin.

Analisis dari Public Health England menunjukkan, setelah dua dosis, vaksin Pfizer-BioNTech 96 persen efektif melawan Covid-19 dan vaksin Oxford-AstraZeneca 92 persen juga efektif.

Meskipun vaksin tidak 100 persen efektif untuk mencegah penularan virus, orang yang sudah divaksin dengan lengkap cenderung tidak sakit parah saat terpapar Covid-19.

2. Tes PCR Tidak Bisa Deteksi Covid-19

Ahli Biologi Molekuler, Ahmad Utomo mengungkapkan bahwa perlu menunggu data yang lebih banyak untuk bisa memastikan apakah benar virus corona tidak terdeteksi lewat PCR Test.

"Kita masih harus menunggu data yang lebih banyak, karena reseptor ACE2 yang akan ditempel virus ada di rongga napas (pernapasan) atas, yakni hidung dan tenggorokan, serta rongga napas bawah," ungkap Ahmad saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/4/2021).

Ahmad Utomo juga menjelaskan bahwa kemungkinan tes PCR yang tidak bisa mendeteksi Covid-19. karena terkait isu teknis, seperti pengambilan sampel yang tidak akurat, sehingga terkesan negatif atau palsu.

Ahmad mengatakan bahwa diagnostik kit atau perangkat diagnostik PCR saat ini, semestinya sudah bisa mendeteksi varian baru virus corona.

Kecuali, kata dia, jika alat tes corona tersebut hanya untuk menargetkan gen S atau protein spike.

Kesimpulan

Informasi vaksin Covid-19 penyebab meningkatnya Covid-19 dan tes PCR tidak bisa deteksi Covid-19 adalah tidak benar.

Vaksin Covid-19 dilakukan untuk menangkal virus dan tidak cepat tertular Covid-19. Sedangkan tes PCR yang tidak bisa deteksi Covid-19, kemungkinan saat pengambilan sampel yang tidak akurat, sehingga terkesan negatif atau palsu.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [lia]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini