CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Berdampak pada Kemandulan

Senin, 31 Agustus 2020 18:25 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Berdampak pada Kemandulan Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Informasi vaksin Covid-19 dari China berdampak pada kemandulan beredar di media sosial Facebook. Informasi itu menyebutkan nama vaksin, yakni Novack.

hoaks vaksin covid 19 berdampak pada kemandulan

Kominfo

"Batin ku bilang Vaksin Novack dari Cina yg buat nglawan Covid-19 memiliki efek samping yakni membuat orang "Mandul", sebagian teman spiritualis mengatakan ya".. Klo bener wis wis kasihan juga ya bagi yang memakainya. Maaf dan salam.."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi vaksin Covid-19 berdampak pada kemandulan adalah tidak benar. Dalam artikel Reuters berjudul "Fact check: A coronavirus vaccine that makes everyone infertile has not been approved for use" pada 21 Agustus 2020, dijelaskan bahwa belum ada penelitian terkait vaksin menyebabkan kemandulan.
"Firstly, it is false to say a COVID-19 vaccine has already been made. Possible vaccines and those undergoing clinical trials are being monitored by the World Health Organisation (WHO), and listed in a pdf that can be downloaded here . None of them have yet been approved for use. Russia approved its own vaccine earlier this week but this has not undergone clinical trials and is unlikely to be used in the UK before it passes such a stage ( here ).

The claims about infertility chemicals are highly misleading, and appear to have been taken from decades-old studies on completely unrelated topics. In fact, Phoenix appears to directly quote a study published in 1989 about specific anti-fertility vaccines in New Delhi, India ( here ). The study was looking into the potential use of the vaccine in treating some cancer patients ( here ).

He added: “There is no logic to the use of anti-hCG or -GnRH vaccine formulations to reduce COVID-19 transmission and there has been no identification of hormone-related health issues reported from the ongoing COVID vaccine clinical trials.”"

Berikut terjemahannya:

"Pertama, tidak benar bahwa vaksin Covid-19 sudah dibuat. Hingga saat ini, sejumlah vaksin masih dalam tahap uji klinis dan dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Belum ada satupun vaksin yang disetujui untuk digunakan.

Kemudian terkait vaksin Covid-19 yang berdampak pada kemandulan. Faktanya, Phoenix (penyebar informasi vaksin berdampak pada kemandulan) sepertinya mengutip penelitian yang diterbitkan pada tahun 1989 tentang vaksin anti-kesuburan tertentu di New Delhi, India. Studi ini melihat potensi penggunaan vaksin dalam merawat beberapa pasien kanker.

"Tidak ada logika penggunaan formulasi vaksin anti-hCG atau -GnRH untuk mengurangi penularan Covid-19 dan belum ada identifikasi masalah kesehatan terkait hormon yang dilaporkan dari uji klinis vaksin COVID yang sedang berlangsung," kata Dr Jason Kindrachuk, asisten profesor dan ketua penelitian Kanada dari Departemen Mikrobiologi Medis & Penyakit Menular di Universitas Manitoba kepada Reuters.

Kesimpulan

Informasi vaksin Covid-19 berdampak pada kemandulan adalah tidak benar. Hingga saat ini Vaksin Covid-19 masih dalam tahap uji klinis dan belum ada satupun vaksin yang disetujui untuk digunakan.

Kemudian, belum ada laporan dan penelitian resmi yang menyebutkan vaksin Covid-19 berdampak pada kemandulan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini