CEK FAKTA: Tidak Benar Uni Eropa Hentikan Vaksin Covid-19, Simak Faktanya

Selasa, 12 Oktober 2021 11:51 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Uni Eropa Hentikan Vaksin Covid-19, Simak Faktanya Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2021 REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Merdeka.com - Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa Uni Eropa akan menghentikan vaksin Covid-19 mulai 20 Oktober 2021. Disebutkan bahwa tidak perlu ada vaksin, sebab Ivermectin digunakan sebagai obat Covid-19. .

Informasi itu tersebar dalam bahasa Melayu disertai dengan link dari website Uni Eropa. Berikut narasinya:

PENGEDARAN KEPADA SEMUA ORANG yang tidak mahu "diberi vaksin".

Semua vaksin tidak lagi dibenarkan mulai 20.10.2021: maklumat yang disahkan. Kesatuan Eropah telah meluluskan (https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/fr/ip_21_3299)

5 terapi yang akan tersedia di semua hospital di Negara-negara Anggota untuk rawatan Covid. Terapi ini telah disetujui dengan keputusan Majlis Eropah (Parlimen Eropah) dan akan berkuat kuasa mulai 1/10, jadi terapi ini akan diedarkan sedikit demi sedikit sekitar 20/10.

Vaksin disetujui secara "percubaan sementara". Tetapi kerana keputusan itu akan menetapkan 5 ubat baru ini, penggunaan vaksin akan berhenti.

Oleh itu, kita memahami mengapa semua negeri mengatakan "antara bulan September adalah perlu ...". Mereka sudah mengetahui segalanya. Anda harus mempunyai kesabaran. Jangan terima pemerasan. Bersabarlah. Sekarang ivermectin telah diluluskan semula, tidak perlu ada vaksin. Berita baik. Institut Pasteur menyedari keberkesanan Ivermectin. Satu pengambilan boleh membasmi semua bahan genetik SARS covid-19 pada beberapa orang. Baca dan kongsi dengan baik.

Berita baik: Ivermectin kini diakui secara saintifik sebagai ubat yang berkesan, dalam profilaksis dan rawatan Covid-19 oleh penyelidik di Institut Pasteur di Perancis. Hasil kajian mereka diterbitkan dalam jurnal EMBO Molecular Medicine pada 12 Julai 2021, jadi baru-baru ini. Analisis hasil penyelidikan lain yang diterbitkan dalam American Journal of Therapeutics sangat menyeru, dengan bukti sokongan, untuk merapatkan garis panduan agensi kesihatan dan memasukkan Ivermectin sebagai standard penjagaan.

Kerajaan Macron tahu

Jangan paksa orang yang tidak mahu mendapat vaksin https://www.lettre-docteur-rueff.fr/dr-rueff-biographie/ https://www.lettre-docteur-rueff.fr/dr-rueff-biographie/

Mengenai vaksin.

Saya tidak tahu sama ada anda membaca bahasa Perancis, tetapi pada 20 Oktober, pas dan vaksinasi Covid akan dihapuskan di seluruh EU. Keputusan Suruhanjaya Eropah menyediakan lima ubat yang berkesan, dan vaksin tersebut dikatakan "eksperimen dan sementara."

Penelusuran

Dilansir dari Liputan6.com, penelusuran dilakukan dengan mengunjungi link yang disertakan dalam pesan berantai itu. Link itu mengarah pada website resmi Uni Eropa beralamat di ec.europa.eu.

Dalam link itu terdapat pernyataan resmi Uni Eropa yang dirilis pada 29 Juni 2021. Berbeda dengan pernyataan dalam pesan berantai, rilis itu justru menyebut vaksin sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

"Vaksin melawan covid-19 adalah jalan terbaik untuk mengakhiri pandemi dan kembali ke kehidupan normal. Pada waktu yang sama kami juga mengusahakan pengobatan terbaik bagi yang terinfeksi," bunyi rilis tersebut.

Di dalam rilis juga disebutkan ada 5 obat yang berpotensi untuk merawat pasien covid-19. Namun tidak ada pernyataan vaksin akan dihentikan pada 20 Oktober 2021 mendatang.

Dalam rilis itu juga disebutkan strategi untuk pengobatan pada pasien covid-19 merupakan kelanjutan dari strategi vaksin Covid-19 yang terbukti mencegah dan mengurangi penularan serta tingkat rawat inap dan kasus kematian.

Dilansir dari website yang sama, hingga 29 Juli 2021 70 persen penduduk Eropa dewasa setidaknya sudah mendapat satu dosis vaksin covid-19. Sementara 57 persen warga Eropa dewasa sudah menerima dosis penuh vaksin Covid-19.

Uni Eropa juga menargetkan 70 persen warga dewasa sudah mendapatkan vaksin covid-19 dosis penuh pada musim panas tahun depan.

Terkait pengobatan, dilansir dari website European Medicines Agency, ema.europa.eu, baru ada remdesivir yang sudah mendapatkan otorisasi dari Uni Eropa.

Kesimpulan

Uni Eropa diklaim menghentikan vaksin Covid-19 adalah tidak benar. Faktanya, vaksin sebagai jalan terbaik untuk mengakhiri pandemi Covid-19.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4681027/cek-fakta-hoaks-uni-eropa-hentikan-vaksin-covid-19-mulai-20-oktober-2021
https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/fr/ip_21_3299 [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini