CEK FAKTA: Tidak Benar Turis Indonesia Harus Tes Air Liur di Bandara Changi Singapura

Kamis, 12 Maret 2020 14:43 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Turis Indonesia Harus Tes Air Liur di Bandara Changi Singapura Terminal 4 Bandara Changi di Singapura. ©REUTERS/Edgar Su

Merdeka.com - Kabar tentang setiap penumpang dari Indonesia yang mendarat di Bandara Changi "harus menjalani tes air liur" beredar di WhatsApp. Ada dua pesan dengan bahasa berbeda, Indonesia dan Inggris. Kabar tersebut mencantumkan portal media Kumparan yang berjudul "Singapura Akan Tagih Biaya Perawatan WNI Penderita Virus Corona".

Breaking news buat rekan2 yg mau berangkat ke Singapore

Mulai sekarang setiap penumpang yang mendarat di Changi Airport harus di test air liur nya dan bila ternyata du-suspect Covid 19, maka harus langsung di-
karantina selama minimal 14 hari di RS se-tempat atas biaya sendiri.

Pemerintah Singapura akan mulai menagih biaya perawatan warga asing, termasuk warga negara Indonesia, yang terjangkit virus corona atau COVID-19.
Ongkos perawatan di rumah sakit Singapura bisa mencapai lebih dari Rp 80 juta.

Jadi pastikan sebelum berangkat ke Singapore, anda dlm kondisi sehat 100% atau buka kartu PPH Plus Gold dulu H-30.
Hubungi : WORAWAN T. 0916 1313 375
atau INGGRID S. 0816 4846 128


Penelusuran

Kabar soal penumpang dari Indonesia yang mendarat di Bandara Changi "harus menjalani tes air liur" tidak benar. Dikutip dari Facebook Singapore Embassy in Jakarta, klaim ini sama sekali tidak benar.

There has been misinformation in circulation claiming that every passenger from Indonesia landing at Changi Airport "must have a saliva test". (sic)

This claim is completely untrue.

The Ministry of Health of Singapore has stated that only travelers entering Singapore, who exhibit fever and/or other symptoms of respiratory illness but who do not meet the clinical suspect case definition, may be required to undergo a COVID-19 swab test at the Singapore checkpoint. They may carry on with their journey immediately after undergoing the test. Pending the results, which may take between three to six hours, the travelers are advised to minimise contact with others as a precautionary measure. Individuals will be contacted on their swab test results and those with positive test results will be conveyed to the hospital in a dedicated ambulance.
The Indonesian Embassy in Singapore has also issued a clarification on this matter.
For further details, please refer to: https://www.moh.gov.sg/news-highlights/details/additional-precautionary-measures-in-response-to-escalating-global-situation.

Atau

klaim ini sama sekali tidak benar

Kementerian Kesehatan Singapura telah menyatakan bahwa hanya pelancong yang memasuki Singapura, yang menunjukkan demam dan / atau gejala penyakit pernapasan lainnya tetapi yang tidak memenuhi definisi kasus klinis yang dicurigai, dapat diminta menjalani tes swab COVID-19 di checkpoint Singapura. Mereka dapat melanjutkan perjalanan mereka segera setelah menjalani tes. Menunggu hasil, yang mungkin memakan waktu antara tiga hingga enam jam, para pelancong disarankan untuk meminimalkan kontak dengan orang lain sebagai tindakan pencegahan. Individu akan dihubungi pada hasil tes swab mereka dan orang-orang dengan hasil tes positif akan dikirim ke rumah sakit dengan ambulans khusus.

Kedutaan Besar Indonesia di Singapura juga telah mengeluarkan klarifikasi tentang masalah ini.

Untuk info lebih lanjut, silakan merujuk ke: https://www.moh.gov.sg/news-highlights/details/additional-precautionary-measures-in-response-to-escalating-global-situation

Kemudian merdeka.com melalukan penelusuran melalui Google dengan kata kunci "Turis Indonesia tes air liur di changi singapura". Ditemukan portal media Kumparan berjudul "Hoaxbuster: Tak Benar Ada Cek Air Liur Terkait Corona di Bandara Changi".

Pensosbud KBRI Singapura Ratna Lestari KF memastikan pesan tersebut adalah hoaks. Ratna menyebut, ia sudah memastikan bahwa tidak ada pemeriksaan air liur kepada penumpang pesawat di Singapura.

"Ini memang hoaks. Kami sudah cek ke airlines bahwa tidak ada pemeriksaan air liur kepada seluruh penumpang pesawat," kata Ratna kepada kumparan, Rabu (11/3).


Kesimpulan

Kabar soal penumpang dari Indonesia yang mendarat di Bandara Changi "harus menjalani tes air liur" dipastikan hoaks. Pihak Kedubes Singapura untuk Indonesia sudah mengkonfirmasi bahwa klaim ini sama sekali tidak benar. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini