CEK FAKTA: Tidak Benar Pakai Sunscreen Mengakibatkan Kematian

Kamis, 10 Juni 2021 15:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Pakai Sunscreen Mengakibatkan Kematian Sunscreen. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Informasi sunscreen bisa membunuh seseorang beredar di media sosial. Informasi juga menyebutkan bahan-bahan sunsrcreen atau tabir surya tidak melindungi kulit dari sinar matahari. Justru diklaim sebagai bahan-bahan yang bisa menjadi racun karena meresap ke dalam kulit hingga menyebabkan kematian.

hoaks pakai sunscreen sebabkan kematian
Instagram

"The sunscreen industry has grown to $2bn and melanoma rates continue to increase. Sunscreen doesn’t protect you against the sun. It blocks UVB and it dumps toxins into your bloodstream. These toxic chemicals have been detected in the blood above acceptable FDA levels. It also prevents you from synthesizing vitamin D, a contributing factor to why sun deficiencies are linked to cancer, Alzheimer’s disease, depression, heart disease and diabetes," tulis pengunggah informasi di akun Instagram.

Berikut terjemahannya:

"Industri tabir surya telah meraup keuntungan menjadi USD2 miliar dan tingkat melanoma terus meningkat. Tabir surya tidak melindungi kulit dari sinar matahari. Tabir surya malah menghambat UVB dan membuang racun ke dalam aliran darah Anda. Bahan kimia beracun ini terdeteksi dalam darah di atas tingkat FDA yang dapat diterima. Tabir surya juga mencegah penyerapan vitamin D, faktor penyebab kekurangan sinar matahari yang dikaitkan dengan kanker, penyakit Alzheimer, depresi, penyakit jantung, dan diabetes."

Penelusuran

Dari hasil penelusuran merdaka.com, informasi tersebut tidak benar. Dalam artikel Reuters Fact Check berjudul "Fact Check-Sunscreen protects you from overexposure to the sun; there is no evidence to suggest it is deadly" pada 9 Juni 2021, dijelaskan bahwa sunscreen tidak menyebabkan kematian.

Informasi ini sempat beredar pada tahun 2019. Saat itu Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan bahan aktif dalam tabir surya yang terserap dalam darah lebih tinggi daripada yang ditetapkan dalam pedoman regulator kesehatan AS. Namun hal itu tidak menjadi dasar seseorang tidak menggunakan tabir surya.

Alice Davies, bagian informasi di Cancer Research UK menjelaskan pasar di Inggris dan Uni Eropa selalu mengantur dengan ketat kadar bahan kimia di dalam tabir surya. Menurutnya, sebagian bahan kimia memang memiliki efek samping. Namun tabir surya bisa melindungi kulit dari sinar UV.

Prof. Desmond Tobin, director of the Charles Institute of Dermatology at University College Dublin kemudian menjelaskan bahwa kulit juga perlu perlindungan dari sinar UV. Karena jika kulit terlalu sering terpapar sinar UV, ancamannya adalah kanker kulit.

"Kunci pencegahan kanker kulit termasuk mengguanakan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) 15 dan di atasnya,” kata Tobin.

Kesimpulan

Informasi bahan-bahan tabir surya bisa mengakibatkan kematian adalah tidak benar. Bahan-bahan dalam tabir surya selalu diperhatikan komposisinya. Sehingga aman untuk digunakan pada kulit, dan melindungi kulit dari sinar UV.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini