CEK FAKTA: Tidak Benar MUI Beri Fatwa Haram untuk Kuas Bulu Babi

Rabu, 23 September 2020 13:24 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar MUI Beri Fatwa Haram untuk Kuas Bulu Babi Ilustrasi berita Hoax. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah unggahan gambar yang menyebutkan MUI berikan fatwa haram pada kuas bulu babi beredar di media sosial Facebook. Unggahan itu menjelaskan ciri-ciri kuas bulu babi, yakni eterna, bristle, warnanya tidak homogen (putih, krem, berselang hitam), serta bila dibakar berbau seperti daging panggang.

hoaks fatwa haram mui pada kuas bulu babi
turnbackhoax

Kemudian gambar tersebut terdapat narasi "AWAS!! Kuas Bulu Babi, Fatwa MUI: Haram".

"MUI haram atau halal. Perlu juga nih di sertifikasi. he..he...he..."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi MUI berikan fatwa haram untuk kuas bulu babi adalah tidak benar. Dalam artikel turnbackhoax berjudul "[SALAH] “AWAS!! Kuas Bulu Babi, Fatwa MUI: Haram" pada 23 September 2020, dijelaskan bahwa MUI sudah membantah isi foto berisi fatwa haram terkait kuas bulu babi tersebut.

"Faktanya, pada tahun 2019, MUI sudah membantah isi foto berisi fatwa haram terkait kuas bulu babi yang viral belakangan ini. MUI hanya mengeluarkan fatwa HALAL pada produk, makanan, minuman, obat, kosmetik, serta barang gunaan (tertentu). MUI tidak menetapkan fatwa haram.

Lebih lanjut lagi, Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa, Sholahudin Al Ayub menjelaskan bahwa MUI hanya mengeluarkan fatwa halal pada produk, makanan, minuman, obat, kosmetik, serta barang gunaan (tertentu).

“Perlu diketahui bahwa MUI tidak melakukan sertifikasi terhadap bahan gunaan seperti pada kuas tersebut. Perlu diketahui juga bahwa MUI tidak menetapkan fatwa haram, tapi fatwa halal,” kata Ayub saat dihubungi Tempo, Rabu 4 September 2019.

Informasi palsu tersebut disebarkan atas nama Direktorat Kuliner dan Produk Halal Bersertifikat MUI dengan mencantumkan alamat situs makananhalal[dot]com. Saat ditelusuri lebih jauh lagi oleh Tempo, alamat website makananhalal[dot]com ternyata palsu.

Ayub langsung menyanggah informasi salah tersebut. “Tidak. Itu bukan website MUI,” kata dia.

Dilansir dari Liputan6, Sekretaris Dewan Halal Nasional MUI, Amirsyah Tambunan mengatakan, penting bagi suatu produk mengantongi label halal. Hal ini guna mencegah terjadinya keraguan masyarakat apabila menggunakan produk tertentu.

“Untuk menghindari keragu-raguan. Barang gunaan lainnya yang tidak ada logo halalnya, berarti itu diragukan. Artinya harus dihindarkan,” ucap Amirsyah kepada Liputan6.com, Senin, 21 September 2020.

Secara umum, lanjut Amirsyah, sertifikasi halal sesuai dengan Undang-undang nomor 33 tentang 2014 tentang jaminan produk halal. Selain makanan, ada barang kegunaan lainnya yang harus memiliki label halal. Terkait dengan adanya poster berisi narasi fatwa haram terhadap produk kuas, Amirsyah memberikan penjelasannya. Menurutnya, suatu produk sudah bersertifikasi halal harus mengikuti beberapa tahapan, termasuk diaudit oleh auditor profesional.

“Menelusuri kuas ini terbuat dari apa. Dan yang melakukan telusur ini adalah seorang auditor yang profesional, biasanya dia punya tools untuk melakukan telusur ini. Jadi tidak bisa kita langsung mengklaim sesuatu itu. Tapi harus ada audit,” terang Amirsyah."

Kesimpulan

Informasi unggahan foto berisi MUI berikan fatwa haram pada kuas bulu babi adalah tidak benar. MUI hanya mengeluarkan fatwa HALAL pada produk, makanan, minuman, obat, kosmetik, serta barang gunaan (tertentu). MUI tidak menetapkan fatwa haram.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini