CEK FAKTA: Tidak Benar Kemenhub Larang Mudik Karena Ingin Jualan Stiker Khusus

Selasa, 4 Mei 2021 13:50 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Kemenhub Larang Mudik Karena Ingin Jualan Stiker Khusus Bus yang beroperasi selama larangan mudik akan diberi stiker khusus. ©Liputan6 com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Beredar di media sosial jika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuat aturan melarang mudik Lebaran tahun 2021 untuk dijadikan bisnis. Bisnis yang dimaksud dengan menjual stiker khusus untuk bus yang masih diperbolehkan beroperasi selama masa larangan mudik

Informasi itu diunggah salah satu akun Facebook dengan narasi sebagai berikut:

"Katanya: Bus tidak boleh mengangkut penumpang mudik lebaran, Faktanya: Bus boleh beroperasi untuk mudik, asal pakai stiker khusus dari Kemenhub"

Selain itu juga terdapat narasi: "Ternyata jualan stiker mudik ya! #rezimkualat"

tidak benar kemenhub larang mudik karena ingin jualan stiker khusus
Istimewa

Penelusuran

Hasil penelusuran, terkait klaim bahwa stiker khusus yang diberikan Kemenhub ke sejumlah armada bus sebagai ajang bisnis, adalah tidak berdasar.

Dilansir dari merdeka.com, Kemenhub memang menerbitkan stiker khusus bagi bus yang akan tetap beroperasi selama masa peniadaan mudik Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada 6-17 Mei. Stiker ini ditempelkan pada kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang dengan keperluan selain mudik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, menegaskan bus dengan stiker khusus ini bukan melayani pemudik, tapi masyarakat yang melakukan perjalanan selain mudik dan telah memenuhi syarat serta ketentuan sesuai peraturan dari Satgas dan Kementerian Perhubungan.

"Oleh karena itu kami menerbitkan stiker ini untuk memudahkan para petugas mengidentifikasi bus yang memang boleh beroperasi karena mengangkut penumpang yang telah memenuhi syarat," tegasnya di Jakarta, Senin (3/5).

Sesuai dengan ketentuan di Surat Edaran Satgas No 13 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021, dalam masa pelarangan mudik masih ada masyarakat yang dapat melakukan perjalanan non mudik yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil, persalinan dan orang dengan kepentingan tertentu non mudik yang semuanya dengan syarat membawa surat dari kepala desa/lurah setempat yang bertanda tangan basah/ elektronik.

Dia menambahkan, stiker ini diberikan secara gratis dan dikoordinir oleh Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Hubdat dan hanya bisa didapatkan dengan mengisi data pada tautan: https://forms.gle/Dq93DyFVgepPV2oW7.

"Sementara itu bagi pegawai yang akan melakukan tugas atau perjalanan dinas mohon menyertakan persyaratan seperti surat izin perjalanan. Jadi kami tegaskan kembali bus tetap tidak boleh mengangkut pemudik, hanya boleh mengangkut penumpang dengan persyaratan tertentu seperti ketentuan dari SE Satgas Nomor 13/2021 dan PM Nomor 13/2021," pungkas Dirjen Budi.

Kesimpulan

Klaim bahwa stiker khusus yang diberikan Kemenhub ke sejumlah armada bus merupakan ajang bisnis adalah tidak benar.

Faktanya, bus dengan stiker khusus ini khusus untuk mengangkut penumpang dengan kepentingan perjalanan dinas, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan keluarga yang meninggal dunia dan ibu hamil serta kepentingan persalinan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini