CEK FAKTA: Tidak Benar Kasus Positif Covid-19 Sengaja Dinaikkan Jelang Iduladha

Jumat, 1 Juli 2022 14:19 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Kasus Positif Covid-19 Sengaja Dinaikkan Jelang Iduladha Rumah sakit karantina pasein corona di Aceh. ©2020 AFP PHOTO/CHAIDEER MAHYUDDIN

Merdeka.com - Kabar kenaikkan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia diklaim disegeja karena jelang hari raya Iduladha, beredar di media sosial Facebook. Informasi tersebut disertai unggahan tangkapan layar pemberitaan televisi tentang kenaikan kasus aktif Covid-19.

"Bodo amat.....
Biasa mao lebaran haji (Idul Adha), covid 19 naek lgi....😆😆😆,"

cek fakta tidak benar kasus positif covid 19 sengaja dinaikkan jelang iduladha
©Facebook

Penelusuran

Hasil penelusuran, bahwa pemerintah sengaja menaikkan kasus positif Covid-10 jelang hari raya Iduladha adalah keliru. Dilansir dari merdeka.com, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, menjelaskan penyebab Covid-19 terus melonjak.

Wiku menyebut ada beberapa penyebab kenaikan kasus yang dapat diidentifikasi. Seperti mobilitas penduduk yang terus naik jika dibandingkan sepanjang tahun 2021. Lalu seiring melandainya kasus, berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kemudian kembali normalnya aktivitas masyarakat di tempat-tempat publik, serta kegiatan-kegiatan berskala besar yang dihadiri banyak orang, sehingga meningkatkan potensi penularan.

Penyebab lain, melandainya kasus mempengaruhi kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat. Seperti di tempat-tempat umum dan di lingkungan pemukiman yang tidak lagi sedisiplin saat kasus meningkat.

Selain itu, mutasi virus dengan varian baru BA.4 dan BA.5 sudah masuk Indonesia. Varian ini pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022 dan kini 8 kasus telah teridentifikasi.

Dari karakteristiknya, secara epidemiologi, varian BA.4 teridentifikasi di 61 negara melalui 7.524 sekuens yang telah dilaporkan melalui GISAID. Sekuens terbanyak teridentifikasi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark dan Israel.

Alasan Pemerintah Tak Batasi Aktivitas Masyarakat Meski Covid-19 Naik Lagi
Sedangkan varian BA.5 teridentifikasi di 65 negara melalui 10.442 sekuens yang telah dilaporkan melalui GISAID. Sekuens paling banyak teridentifikasi di Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Britania Raya dan Afrika Selatan.

Transmisibilitas dari varian ini memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat, tanpa indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya.

Wiku mengatakan penyebab kenaikan kasus Covid-19 penting diperhatikan selama 2 hingga 4 pekan ke depan. Umumnya perlu waktu untuk melihat dampak dari suatu faktor penyebab terhadap kenaikan kasus.

Secara bersamaan, penting juga dilakukan surveilans molekuler epidemiologi, dengan metode yang benar dan sistematis. Agar penyebab kenaikan kasus dan asal kasus yang beredar di masyarakat terdeteksi dengan baik.

"Prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian harus tetap diterapkan dalam kegiatan sehari-hari karena pandemi ini belum selesai. Sewaktu-waktu kita tetap dapat mengalami kenaikan kasus kembali apabila tidak disiplin protokol kesehatan," pungkas Wiku.

Kesimpulan

Pemerintah sengaja menaikkan kasus positif Covid-10 jelang hari raya Iduladha adalah keliru. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, mengatakan penyebak kasus Covid-melonjak salah satunya karena mobilitas penduduk yang terus naik jika dibandingkan tahun 2021.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.merdeka.com/peristiwa/satgas-ungkap-rentetan-penyebab-kasus-covid-19-meningkat.html

[noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini