CEK FAKTA: Tidak Benar Kandungan Hand Sanitizer Ini Buat Tangan Melepuh, Cek Faktanya

Rabu, 9 Juni 2021 13:47 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Kandungan Hand Sanitizer Ini Buat Tangan Melepuh, Cek Faktanya Ilustrasi Hand Sanitizer. Shutterstock/Boris Bulychev

Merdeka.com - Beredar di media sosial, kabar menyebut hand sanitizer ini mengandung virus. Kabar itu diunggah di akun Facebook dan terlihat foto hand sanitizer merek Farah yang disandingkan dengan tangan seseorang yang melepuh.

Foto itu dilengkapi dengan narasi:

"Jangan gunakan sanitizer perusahaan ini. Ini bukan sanitizer. Ini adalah virus baru dengan penyakit awal. Bagikan dengan semua orang"

tidak benar kandungan hand sanitizer ini buat tangan melepuh cek faktanya
Liputan6.com

Penelusuran

Hasil penelusuran, dilansir dari Liputan6.com hand sanitizer merek Farah Produksi National Detergent Company (NDC) dinyatakan aman dan telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Oman.

Pembersih tangan Farah diformulasikan ulang dan ditingkatkan pada Maret 2020 sebagai bagian dari strategi NDC untuk memperkuat portofolio produk kebersihannya untuk memerangi pandemi Covid-19 di Oman.

"Saat ini, produk yang banyak dicari pelanggan di Kesultanan, pembersih tangan Farah mengandung 70% etil alkohol dan dapat membunuh 99,99% kuman berbahaya," kata Head of Marketing NDC, Anish Kumar.

"Kami telah menerima respons yang baik dari pelanggan untuk hand sanitizer Farah yang merupakan produk bernilai tinggi yang mampu membunuh kuman. Hand sanitizer Farah telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Oman, pembersih mematuhi standar kesehatan lokal dan global," tambah dia.

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com berjudul "Daftar Hand Sanitizer Berbahaya Berbahan Metanol yang Ditarik FDA" yang dimuat pada 28 Juli 2020 lalu. Dalam artikel tersebut tidak ada hand sanitizer merek Farah yang diklaim berbahaya dan mengandung virus.

Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memperluas daftar produk pembersih tangan atau hand sanitizer yang berbahaya dan berpotensi mematikan.

Melansir CNN, Selasa (28/7/2020), FDA memperingatkan perusahaan yang berbasis di Meksiko terkait penjualan produk yang mengandung metanol, bentuk alkohol berbahaya yang dapat meracuni orang melalui kulit.

Banyak perusahaan baru telah menjual produk pembersih tangan karena meningkatnya permintaan yang dipicu oleh ketakutan virus corona.

Namun, FDA mengatakan bahwa banyak perusahaan menggunakan alkohol yang tidak aman dalam produk mereka dan memperingatkan orang-orang untuk tidak memakainya.

"Kegagalan produsen untuk segera menarik kembali semua produk yang berpotensi terkena dampak menempatkan konsumen dalam bahaya keracunan metanol," kata FDA dalam sebuah pernyataan, Senin (27/7/2020).

Komisaris FDA Dr Stephen Hahn menyampaikan, konsumen diminta untuk waspada terhadap pembersih tangan yang digunakan.

"Konsumen juga harus waspada dengan pembersih tangan mana yang mereka gunakan, dan untuk kesehatan dan keselamatan, kami mendesak konsumen untuk segera berhenti menggunakan semua pembersih tangan dalam daftar produk pembersih tangan berbahaya FDA," ujar dia.

Ia menambahkan, FDA sangat khawatir mengenai risiko serius dari pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung metanol.

"Memproduksi, mengimpor, dan mendistribusikan pembersih tangan beracun merupakan ancaman serius bagi masyarakat dan tidak akan ditoleransi," tutur dia.

Lebih lanjut, FDA akan mengambil tindakan tambahan seperlunya dan akan terus memberikan informasi terbaru mengenai masalah ini untuk kesehatan dan keselamatan konsumen.

Anak-anak yang secara tidak sengaja menelan produk ini, serta orang remaja dan dewasa yang minum produk ini sebagai pengganti alkohol (etanol) paling berisiko.

"Konsumen yang telah terpapar pembersih tangan yang mengandung metanol dan sedang mengalami gejala harus mencari perawatan medis segera untuk potensi pembalikan efek toksik keracunan metanol," tambah dia.

FDA telah memperingatkan terhadap penggunaan lebih dari 75 produk pembersih tangan yang berbeda karena mengandung metanol.

"Dalam kebanyakan kasus, metanol tidak muncul pada label produk. Namun, metanol bukanlah bahan yang dapat diterima dalam obat apa pun, termasuk pembersih tangan, bahkan jika metanol terdaftar sebagai bahan pada label produk," tegas FDA.

FDA menegaskan, yang terpenting pihaknya mendesak konsumen untuk tidak menggunakan produk pembersih tangan dari produsen tertentu dalam daftar.

Bahkan, jika produk atau nomor lot tertentu tidak terdaftar karena beberapa produsen hanya mengingat produk tertentu, tetapi tidak semua, dari produk pembersih tangan mereka.

Kesimpulan

Klaim menyebut hand sanitizer tidak aman yang menyebabkan tangan melepuh adalah tidak benar. Hand sanitizer merek Farah dinyatakan aman dan telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Oman.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4576960/cek-fakta-tidak-benar-hand-sanitizer-ini-mengandung-virus
https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/28/140200465/daftar-hand-sanitizer-berbahaya-berbahan-metanol-yang-ditarik-fda?page=all [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Cek Fakta
  3. Hand Sanitizer
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini