CEK FAKTA: Tidak Benar Ini Video Erupsi Gunung Anak Krakatau 17 Juni 2022

Selasa, 28 Juni 2022 18:33 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Ini Video Erupsi Gunung Anak Krakatau 17 Juni 2022 Tidak Benar Ini Video Erupsi Gunung Anak Krakatau 17 Juni 2022. Twitter @PVMGB_

Merdeka.com - Beredar video di aplikasi TikTok yang menampilkan Gunung Anak Krakatau erupsi yang diklaim terjadi pada 17 Juni 2022. Video tersebut terlihat Gunung Anak Krakatau memuntahkan lava dengan suara dentuman yang cukup keras.

"Gunung Anak Krakatau BOCOR, Muntah Hebat Hari Ini

Jum'at 17 Juni 2022."

Penelusuran

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Kementerian ESDM melalui akun Twitternya memastikan jika video erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada tahun 2018 lalu, bukan di tahun 2022.

tidak benar ini video erupsi gunung anak krakatau 17 juni 2022
Twitter @PVMGB_

"Video erupsi G.Anak Krakatau diatas terjadi pada tahun 2018. Info valid erupsi tanggal 17 Juni 2022 bisa dilihat di Magma Indonesia," keterangan yang diunggah Twitter @PVMGB_.

Selain itu, dilansir dari beritasatu.com aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat. Pada Sabtu (25/6/2022), GAK meletus hingga empat kali.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan mengeluarkan letusan tersebut menunjukkan kolom abu setinggi 400 meter dari puncak kawah dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat daya.

Berdasarkan data Badan Geologi, PVMBG pos pemantau GAK, yang berada di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, aktivitas GAK terekam seismogram empat kali meletus, pada periode 25 Juni 2022, yaitu pada pukul 16.16 WIB, 17.12 WIB, 17.49 WIB, dan 21.09 WIB. Letusan itu tercatat dengan amplitudo 47-51 mm dan durasi 16-40 detik.

Letusan itu dengan embusan 45 kali beramplitudo 10-54 mm, durasi 12-50 detik, low frekuensi 225 kali dengan amplitudo 11-50 mm dan durasi 4-20 detik, vulkanik pangkal sebanyak 14 kali dengan amplitudo 6-34 mm dan durasi 4-10 detik, serta tremor menerus atau mikro dengan amplitudo 2-38 mm dan dominan 3 mm.

Visual CCTV teramati asap putih tipis hingga setinggi kisaran 25-100 meter. Aktivitas tersebut juga teramati sinar api setinggi 5 meter pada malam hari. Namun, letusan beruntun gunung setinggi 157 mdpl itu tidak terdengar suara dentuman atau gemuruh.

Petugas Pos Pantau GAK Suwarno menjelaskan, erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi dari petang hingga malam hari, tetapi tidak terdengar suara dentuman.

Menurut Suwarno, hingga Minggu petang, Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda itu masih berstatus level 3 atau siaga. Masyarakat dilarang mendekat gunung hingga radius 5 km.

"Sesuai dengan rekomendasinya, dilarang mendekat kawah hingga radius 5 Kilometer," ujar Suwarno.

Kesimpulan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Kementerian ESDM melalui akun Twitternya memastikan jika video erupsi Gunung Anak Krakatau yang beredar terjadi pada tahun 2018 lalu, bukan di tahun 2022.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://twitter.com/PVMBG_/status/1538329099235536897
https://www.beritasatu.com/news/944287/aktivitas-gunung-anak-krakatau-meningkat-4-kali-meletus/?view=all

[noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini