CEK FAKTA: Tidak Benar Informasi Timor Leste Ingin Bergabung Kembali dengan Indonesia

Jumat, 11 September 2020 11:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Informasi Timor Leste Ingin Bergabung Kembali dengan Indonesia Jokowi bertemu PM Timor Leste. ©handout/kemhan

Merdeka.com - Sebuah informasi yang menyebutkan Timor Leste ingin kembali menjadi bagian dari Indonesia beredar di Youtube. Informasi itu berupa video yang diunggah melalui Youtube hingga sebuah artikel yang diterbitkan oleh situs infomancanegara.site.

Situs tersebut membuat artikel berjudul "Setelah Lama Berpisah, Akhirnya Timor Leste Akan Bergabung Lagu Dengan Indonesia?". Dalam artikel yang dibuat, terlihat Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan PM Timor Leste Rui Maria De Araujo.

hoaks timor leste ingin gabung kembali dengan indonesia

Penelusuran

Penjelasan terkait informasi Timor Leste ingin bergabung dengan Indonesia dijelaskan dalam artikel Tempo berjudul "[Fakta atau Hoax] Benarkah Timor Leste Akan Bergabung Lagi ke Indonesia?" pada 22 November 2018.

Hasil penelusuran fakta yang dilakukan Tempo, menemukan hal-hal berikut :

1. Situs tidak kredibel

Situs http://www.infomancanegara.site tidak memenuhi unsur sebagai portal media yang kredibel karena tidak diketahui siapa penanggung jawab dan alamat perusahaan.

Padahal ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 12 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi: "Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan.“

Selain itu, tak ada Pedoman Pemberitaan Media Siber yang dimuat dalam situs tersebut. Kewajiban pemuatan Pedoman Pemberitaan Media Siber tercantum jelas pada Pasal 8.

Pedoman Pemberitaan Media Siber ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012, agar pengelolaan media siber dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Saat link berita soal Timor Leste diklik, website akan berpindah ke https://ruanginformasibmi.blogspot.com. Blog itu pun hanya memiliki tiga postingan artikel dan tidak mencantumkan penanggung jawab.

2. Kunjungan Jokowi ke Timor Leste pada 2016

Kunjungan Jokowi ke Timor Leste tidak dilakukan pada 2018, tetapi pada 2016. Diberitakan oleh BBC, kunjungan Joko Widodo ke Timor Leste itu adalah untuk pertama kalinya. Dalam kunjungan itu, ia menerima penghargaan tertinggi dari pemerintah Timor Leste, Grande Colar de Ordem de Timor Leste.

Timor Leste selama lebih dari dua dekade menjadi bagian dari Indonesia dan merdeka pada 2002 setelah digelar referendum yang didukung PBB pada 1999.

Di Dili, Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak dan Perdana Menteri Timor Leste Maria De Araujo. Sehingga saat kunjungan itu, bukan Xanana Gusmao yang menjadi perdana menteri. Sebab jabatan Xanana sebagai PM telah berakhir pada 2015.

3. Foto diambil pada 2015

Saat ditelusuri dengan Image Google, foto yang dimuat http://www.infomancanegara.site pernah dipublikasikan oleh Antara berjudul Kunjungan PM Timor Leste di Istana Merdeka, Jakarta, pada 26 Agustus 2015.

Menurut Antara, kedua pemimpin negara tersebut bersama masing-masing delegasi melakukan pertemuan bilateral untuk meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Timor Leste khususnya di bidang pertanian, kehutanan dan maritim.

Kesimpulan

Informasi Timor Leste ingin bergabung kembali dengan Indonesia adalah tidak benar. Tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa Timor Leste ingin kembali bergabung dengan Indonesia.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini