CEK FAKTA: Tidak Benar Helikopter Buang Jenazah Covid-19 ke Laut

Selasa, 14 Juli 2020 17:45 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Helikopter Buang Jenazah Covid-19 ke Laut Tidak Benar Helikopter Buang Jenazah Covid-19 ke Laut. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar sebuah video yang memperlihatkan sebuah helikopter sedang mengudara dan terlihat sedang melontar orang ke laut. Dalam video tersebut diklaim yang dibuang adalah jenazah terinfeksi virus Covid-19.

Video ini diunggah akun Facebook Komar Komarudin dengan narasi sebagai berikut:

Video pembuangan jenazah-jenazah korban Covid-19 di laut Meksiko.

tidak benar helikopter buang jenazah covid 19 ke laut

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri video helikopter yang diklaim membuang jenazah positif Covid-19 ke laut Meksiko. Dilansir dari Tempo.co berjudul "[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Pembuangan Jenazah Korban Covid-19 di Laut Meksiko?" Untuk memeriksa klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula mengambil gambar tangkapan layar bagian awal video di atas. Gambar tersebut kemudian ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Google dan Yandex.

Hasilnya, ditemukan petunjuk dari akun Twitter Sukhoi Su-57 Felon, @I30mki, yang pernah membagikan video itu pada 21 April 2020. Menurut keterangannya, video itu merupakan video helikopter Mi-26 milik Rusia yang mendapatkan Guiness World Record karena berhasil menerjunkan 226 anggota tim terjun payung dari ketinggian 6.500 meter.

Berdasarkan penelusuran lanjutan, video itu telah beredar di YouTube sejak 2018. Kanal VimanX India pernah mengunggah video tersebut pada 27 Juli 2018 dengan judul "Para Comondos jumping out of MI 26 Helicopter". Kanal Flacrum juga pernah mengunggah video tersebut pada 3 Agustus 2018 dengan keterangan "Mi 26 Halo gets rid of paratroopers".

Dilansir dari kanal USA Military Documentaries, helikopter Mi-26 milik Rusia ini dikenal sebagai helikopter terbesar dan terkuat yang pernah diproduksi. Mi-26 dirancang sebagai helikopter angkat berat untuk keperluan militer dan sipil. Versi ini menggantikan helikopter angkat berat Mi-6 dan Mi-12, dengan ruang kabin dua kali lipat lebih besar dari Mi-6.

Produk Mi-26 pertama diterbangkan pada 14 Desember 1977, dan produksi pertama helikopter ini diluncurkan pada 4 Oktober 1980. Pembangunan helikopter tersebut rampung pada 1983, dan Mi-26 mulai beroperasi di pangkalan militer Soviet dan layanan komersial lainnya pada 1985.

Klaim keliru bahwa video di atas merupakan video pembuangan jenazah korban Covid-19 di laut Meksiko tidak hanya beredar di Indonesia, tapi juga di India. Organisasi cek fakta India, Boom Live, menulis bahwa video itu merupakan video kegiatan terjun payung oleh sekolah penerbangan DZ Kolomna Aerograd di Moskow, Rusia.

Dalam jawabannya melalui e-mail kepada Boom Live, DZ Kolomna Aerograd mengatakan acara tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk memecahkan rekor dunia dengan menyatukan 270 atlet profesional di Rusia, dan beberapa operator udara terbaik yang melakukan foto udara.

Menurut laporan Boom Live, lompatan itu dilakukan dari ketinggian sekitar 6 ribu meter dari tiga helikopter raksasa dunia, Mi-26. Situs resmi DZ Aerograd Kolomna pun pernah mengunggah artikel dan video tentang kegiatan yang digelar pada 15 Juli 2018 tersebut.

Kesimpulan

Video helikopter yang diklaim membuang jenazah positif Covid-19 ke laut Meksiko adalah keliru. Faktanya, video itu merupakan video kegiatan terjun payung oleh sekolah penerbangan DZ Kolomna Aerograd di Moskow, Rusia.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

[noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Cek Fakta
  3. Covid 19
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini