CEK FAKTA: Tidak Benar Din Syamsuddin Berpidato Pelanggaran HAM Indonesia di PBB

Jumat, 18 Desember 2020 14:18 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Din Syamsuddin Berpidato Pelanggaran HAM Indonesia di PBB din syamsuddin. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar tangkapan layar video yang diklaim bahwa Din Syamsuddin menyampaikan pidato mengenai pelanggaran HAM Pemerintah Indonesia di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"@Alhamdulillah..Masalah2 Pelanggaran HAM di Indonesia Telah Dibawa Ke Majelis PBB Oleh prof.dr.din Syamsuddin hingga dunia Tau,Bahwa Kepolisian telah Banyak Melanggar HAM.Mari Kita Kawal dan berbagi Ke Teman-teman Muslim Kita.." unggah akun Facebook Rahma Nur, Kamis (17/12/2020).

tidak benar din syamsuddin berpidato pelanggaran ham indonesia di pbb
©Turnbackhoax

Penelusuran

Dari hasil penelusuran, tangkapan layar video tersebut merupakan pidato Din Syamsuddin saat acara peringatan World Interfaith Harmony Week 2012 di New York, Amerika Serikat. Video tersebut pernah tayang di akun Youtube HajiNews TV pada 11 September 2020 dengan judul "Heboh di Medsos, Video Pidato Tokoh KAMI Dien Syamsuddin di Markas Besar PBB #diensyamsuddin #PBB".

Saat itu, Din diminta membicarakan topik "Mediation of Conflict through Interfaith Dialogues" atau "Mediasi Konflik melalui Dialog Antaragama."

Kemudian dilansir dari Beritasatu.com berjudul "Din Pidato Jembatani Konflik Keberagaman di PBB" pada 9 Februari 2012.

Din Syamsuddin mengatakan tantangan yang dihadapi umat beragama saat ini adalah upaya untuk menekankan mediasi melalui dialog maupun kerjasama sebagai instrumen untuk menjembatani perbedaan dan konflik peradaban pada seluruh tingkatan masyarakat.

Pernyataan Din ini disampaikannya dalam forum World Interfaith Week Harmony, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Selasa (7/2/2012).

Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Markas Besar PBB New York, Din menyampaikan dialog antar umat beragam diyakini akan mengatasi saling curiga yang bersumber dari ketidakpahaman dan kurangnya rasa saling menghormati.

"Dialog yang diprakarsai oleh para pemuka agama maupun pemimpin kelompok-kelompok etnis di Indonesia telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam membangun masyarakat yang tangguh, demokratis, dan inklusif," ujar Desra Percaya, Wakil Tetap RI untuk PBB.

"Dialog antar agama tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Untuk itu, para aktor non-pemerintah perlu didorong lebih jauh untuk mengambil peran dalam upaya-upaya ini,” kata Desra.

Din juga mengatakan bahwa organisasi-organisasi keagamaan selayaknya memegang peran dalam upaya mediasi konflik dan menjembatani perbedaan pemahaman antar masyarakat pada tingkat nasional.

"Perbedaan agama, etnis, budaya, dan peradaban bukan menjadi alasan untuk tidak hidup dalam kerukunan dan perdamaian."

Islam mengajarkan Tuhan menciptakan berbagai bangsa dan suku bangsa agar umat manusia terus meningkatkan saling memahami, saling menghormati dan bekerjasama.

"Tugas utama kita adalah memastikan bahwa agama terus menjadi basis perdamaian, dan agama tidak akan disalahgunakan untuk membenarkan kekerasan dalam bentuk apapun."

Kesimpulan

Klaim Din Syamsuddin menyampaikan pidato mengenai pelanggaran HAM Pemerintah Indonesia di markas PBB adalah keliru. Tangkapan layar video tersebut merupakan pidato Din Syamsuddin saat acara peringatan World Interfaith Harmony Week 2012 di New York, Amerika Serikat.

Kala itu, Din diminta membicarakan topik "Mediation of Conflict through Interfaith Dialogues" atau "Mediasi Konflik melalui Dialog Antaragama."

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini