CEK FAKTA: Tidak Benar Data Kematian Akibat Vaksin Sinovac Disembunyikan

Senin, 25 Januari 2021 16:13 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Data Kematian Akibat Vaksin Sinovac Disembunyikan Kaleidoskop 2020 Edisi Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Informasi data kematian akibat vaksin Covid-19 Sinovac disembunyikan beredar di media sosial.

tidak benar data kematian akibat vaksin sinovac disembunyikan
Kominfo

"BERITA TERBARU HARI INI - DATA KEMA.TIAN AKIBAT VAKSIN CINOVAC DISEMBUNYIKAN,TEMPO UNGKAP FAKTANYA !"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com,informasi data kematian akibat vaksin Covid-19 Sinovac disembunyikan adalah hoaks. Tidak ada informasi resmi terkait hal tersebut.

Dalam artikel liputan6 berjudul " "Komnas KIPI: Belum Ada Efek Samping Vaksinasi COVID-19 yang Perlu Perhatian Khusus" pada 20 Januari 2021, dijelaskan bahwa belum ada data resmi terkait efek samping vaksin Sinovac.

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mengatakan bahwa sepekan usai penyuntikkan perdana, mereka belum menemukan efek samping serius yang terjadi usai vaksinasi COVID-19.

Komnas KIPI sendiri pada 19 Januari 2021 kemarin telah menerima sebanyak 28 laporan kasus efek samping usai penyuntikkan vaksin COVID-19 buatan Sinovac.

Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas KIPI mengatakan bahwa sebagian besar efek samping dari vaksin COVID-19 yang dilaporkan ke mereka masih di tahap yang dapat diatasi dan disembuhkan.

"Jadi pegal, nyeri tempat suntikan, kemerahan, lemas, demam, mual, perubahan nafsu makan, semua menunjukkan gejala yang sebagian besar tidak perlu pengobatan, ada yang diberi obat, ada yang diobservasi," kata Hindra dalam dialog virtual yang disiarkan di Youtube FMB9ID_IKP.

"Namun Alhamdulillah, mereka semua berakhir dengan happy ending, sehat. Kemudian sampai saat ini kami pantau aman," kata Hindra dikutip Rabu (20/1/2021).

Hindra mengatakan bahwa memang tubuh awalnya akan mengenali vaksin sebagai sebuah benda asing. Reaksinya setiap orang akan berbeda-beda di tahap ini.

Meski begitu, efek samping vaksin corona Sinovac yang dilaporkan sebelumnya juga telah tercatat dalam uji klinis di Bandung dan dalam beberapa jurnal.

"Semua bersifat ringan dan sesuai dengan yang dilaporkan di jurnal-jurnal dan tempat lain, dan semua sehat, tidak ada yang memerlukan perhatian khusus sampai saat ini," ujarnya.

Kemudian dalam artikel merdeka.com berjudul "Jokowi Kembali Minta Data Corona Terbuka: Jangan Ada Anggapan Kita Menutupi" pada 20 April 2020, dijelaskan bahwa data Covid-19 tidak ada yang ditutupi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan rapat terbatas bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam rapat, Jokowi kembali mengingatkan agar data atau komunikasi Gugus Tugas soal corona harus terbuka.

"Mengenai komunikasi yang terbuka, sistem data dan informasi yang terbuka kepada semua pihak. Jangan ada yang menganggap lagi kita menutupi. Tidak ada sejak awal kita menutupi masalah yang ada," kata Jokowi dalam rapat virtual, Senin (20/4).

Dan dalam artikel merdeka.com berjudul "Satgas Perbaiki Pengumpulan Data Covid-19 Agar Realtime" pada 4 November 2020, dijelaskan bahwa perbaikan dan penyelarasan koordinasi pelaporan data Covid-19 terus dilakukan

Koordinator Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan dan penyelarasan koordinasi pelaporan data Covid-19 dari daerah kabupaten/kota ke provinsi dan ke pemerintah pusat atau Kementerian Kesehatan.

"Hal ini menyangkut teknik pengumpulan dan validasi data yang jumlahnya sangat besar, dan membutuhkan waktu pemrosesannya, sehingga belum bisa betul-betul realtime," jelasnya melalui keterangan tulis, Selasa (3/11).

Dalam memproses data, pihaknya mengantisipasi update data setelah terjadi proses verifikasi yang dilakukan di tingkat daerah dan tingkat pusat. Hal ini dilakukan, kata Wiku, agar menjadi bagian dari proses satu data Covid-19 dan upaya interoperabilitas atau kemampuan penukaran dan penggunaan data di pusat dan daerah.

"Terkait data suspek, Kementerian Kesehatan sudah berkoordinasi dengan daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sehingga terjadi perubahan cukup signifikan," ungkapnya.

Kesimpulan

Informasi data kematian akibat vaksin Covid-19 Sinovac disembunyikan adalah hoaks. Tidak ada informasi resmi terkait hal tersebut, dan belum ada data resmi terkait efek dari vaksin Sinovac yang perlu perhatian khusus.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini