CEK FAKTA: Tidak Benar Berita "Penguasaan 51 Persen Saham Freeport Bohong Besar"

Rabu, 17 Juni 2020 13:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Berita Bamsoet Lakukan Kunjungan Langsung ke Freeport. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah tautan berita berjudul "Penguasaan 51 Persen Saham Freeport Oleh Pemerintah Bohong Besar" beredar di media sosial Facebook. Berita tersebut sudah dibagikan oleh 102 pengguna Facebook.

potongan gambar tautan berita tentang saham freeport

Kominfo

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, berita tersebut adalah tidak benar. Dalam artikel merdeka.com berjudul "Kronologi Lengkap Perjanjian Pengambilalihan Saham Freeport 51 Persen" pada 21 Desember 2018, dijelaskan bahwa saham Freeport sudah diambil alih sebesar 51,2 persen dan telah rampung dan dibayar lunas.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa proses pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia sebesar 51,2 persen telah rampung dan dibayar lunas.

"Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri yang terkait dari dirut PT Inalum dan dari CEO dari dirut PT freeport. Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/12).

Menurut Jokowi, hari ini juga merupakan momen yang bersejarah, setelah PT Freeport berorasi di indonesia sejak 1973 dan kepemilikan mayoritas ini digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Kesimpulan

Tautan berita berjudul "Penguasaan 51 Persen Saham Freeport Oleh Pemerintah Bohong Besar" adalah tidak benar. Saham Freeport sudah diambil Indonesia sebesar 51,2 persen, dan sudah dibayar lunas.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Cek Fakta
  3. Freeport
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini