CEK FAKTA: Tidak Benar Bahan Baku Uang Dolar AS Disebut dari Pohon Pisang

Jumat, 23 Oktober 2020 17:04 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Bahan Baku Uang Dolar AS Disebut dari Pohon Pisang Mata Uang USD. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Viral di media sosial terkait klaim bahan baku dolar Amerika Serikat berasal dari pohon pisang Indonesia.

Salah satu akun Facebook mengunggah sebuah gambar pohon pisang dengan narasi; "Tahukah kamu? Ternyata bahan baku uang Dollar AS adalah pohon pisang yang berasal dari Indonesia".

tidak benar bahan baku uang dolar as disebut dari pohon pisang

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim bahan baku dolar Amerika Serikat berasal dari pohon pisang Indonesia.

Dilansir dari laman resmi pemerintah Amerika Serikat, moneyfactory, kertas mata uang Amerika Serikat terdiri dari 75 persen katun dan 25 persen linen. Inilah yang membuat mata uang Amerika Serikat terlihat dan terasa berbeda.

Anggaran 2009, lebih dari enam miliar uang kertas dari semua denominasi dicetak di Amerika Serikat, mengkonsumsi 21.476 bal kapas. Nilai total dolar dari uang kertas ini adalah dua ratus sembilan belas miliar dolar, atau 21.290,55 dolas AS per pon kapas.

Adapun linen adalah tekstil yang terbuat dari rambut tanaman flax. Linen terbuat dari serat selulosa yang tumbuh di dalam batang tanaman flax dengan nama latin Linum usitatissimum, salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan dalam sejarah manusia.

Sementara itu dilansir dari www.uscurrency.gov, disebutkan kalau Crane and Co., merupakan perusahaan yang berbasis di Massachusetts telah menyediakan kertas untuk mata uang dolar AS sejak 1879.

Bahan baku uang kertas dolar AS merupakan campuran dari 25 persen linen dan 75 persen katun. Uang kertas AS memiliki serat sintetis kecil berwarna merah dan biru dengan panjang beragam yang tersebar merata di seluruh permukaan.

Hasil penelusuran lain, dilansir dari Tempo mengutip The E-Sylum, edisi 1 April 2007, yang berjudul "Linen and Cotton in US Paper Money", Bob Leuver, mantan Direktur Biro Pengukiran dan Percetakan AS (BEP), menjelaskan bahwa katun yang dipakai dalam uang kertas AS berasal dari kapas yang berserat lunak dan banyak dipasok dari Carolina, AS. Sementara linen berasal dari rami yang berserat kokoh atau keras.

Menurut Leuver, ketika ia masih memimpin BEP, linen yang digunakan berasal dari Belgia. Karena pasokan menurun, BEP mendatangkan rami mentah dari Afrika. Namun, menurut Leuver, saat ini produksi uang kertas AS meningkat, sehingga ia bertanya-tanya dari mana lagi pasokan bahan baku untuk uang kertas AS.

Leuver pun mencuplik informasi dari Currency News pada Maret 2004, bahwa uang kertas terbuat dari 100 persen serat selulosa alami dari berbagai bahan. Yang paling umum adalah kapas.

"Meskipun begitu, linen yang berasal dari rami juga digunakan secara luas, terutama di AS," ujarnya.

Bahan serat selulosa lainnya adalah bubur kayu hingga abaka yang berasal dari Filipina, atau mitshumanat, semak berserat yang digunakan di Jepang.

Kesimpulan

Klaim bahan baku dolar Amerika Serikat berasal dari pohon pisang Indonesia tidak tepat. Kertas mata uang Amerika Serikat terdiri dari 75 persen katun dan 25 persen linen. Inilah yang membuat mata uang Amerika Serikat terlihat dan terasa berbeda.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini