CEK FAKTA: Tidak Benar Badai Panas Equinox Terjadi di Indonesia pada Mei 2020

Selasa, 19 Mei 2020 11:40 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Badai Panas Equinox Terjadi di Indonesia pada Mei 2020 Ilustrasi cuaca panas. ©2012 Shutterstock/VladisChern

Merdeka.com - Beredar informasi di media sosial soal peringatan badai panas equinox di Indonesia, selama 5 hari ke depan sejak tanggal 17 Mei 2020.

Terjadinya badai panas equinox membuat suhu rata-rata di seluruh Indonesia mencapai 41 derajat celcius.

Berikut narasi lengkapnya:

PERINGATAN BADAI PANAS EQUINOC...
Mulai 5 hari kedepan sejak tgl 17/05/2020 suhu rata2 di seluruh Indonesia akan sampai 41 derajat celcius dikarenakan matahari akan tepat melintasu garis Equator (khatulistiwa).

Masyarakat diseluruh Indonesia diminta tetap tinggal di rumah karena jika berada dan beraktifitas diluar rumah tanpa sadar akan mudah terserang dehindrasi yg luar biasa.

Terutama jam 09.00 sd dgn jam 13.00.

Disarankan masyarakat umum untuk sesering mungkin membasahi tubuh dgn air agar terhindar dari dehindrasi.

Disarankan 5 hari kedepan banyak minum air putih di waktu buka dan sahur serta makan sayur sayuran

Semoga info ini bermanfaat...

tidak benar badai panas equinox terjadi di indonesia pada mei 2020

©2020 Merdeka.com/ Kominfo

Penelusuran

Cek Fakta Merdeka.com menelusuri klaim badai panai equinox yang melanda Indonesia. Dikutip dari Kompas.com berjudul "Peringatan Badai Panas Equinox di Indonesia Hoaks, Ini Penjelasan BMKG" yang dimuat pada 18 Mei 2020. BMKG membantah isu padai panas equinox di Indonesia.

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menyebut bulan Mei ini sebagai awal musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Di sisi lain, adanya informasi keliru atau hoaks terkait peringatan Badai Panas Equinox.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Herizal, menjelaskan, fenomena equinox atau ekuinoks bukanlah fenomena badai panas atau gelombang panas (Heat Wave) yang kerap terjadi di lintang menengah dan tinggi seperti di India, Jepang, Korea, Amerika dan Eropa.

Fenomena equinox dapat terjadi dua kali dalam satu tahun, yaitu sekitar tanggal 21 Maret dan 23 September setiap tahunnya. Secara umum suhu rata-rata di wilayah Indonesia pada saat periode equinox berkisar antara 32-36 derajat Celsius.

Pada bulan Mei ini, kata Herizal, posisi semu matahari sudah berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga dapat dikatakan bahwa fenomena equinox tidak terjadi lagi hingga periode pertengahan September mendatang. Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum bulan Mei 2020 di wilayah Indonesia masih cukup normal dengan kisaran antara 31 - 36 derajat Celsius.

"Dengan memperhatikan penjelasan teknis tersebut, maka dapat dikatakan bahwa isu tersebut adalah hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," jelas dia.

Oleh sebab itu, BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari fenomena equinox sebagaimana disebutkan dalam isu hoaks tersebut. "Masyarakat dihimbau dan diharapkan tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas pada siang hari terlebih bagi yang sedang menjalankan puasa dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga serta lingkungan," ujar dia.

Kesimpulan

Klaim peringatan badai panas equinox di Indonesia selama lima hari ke depan terhitung sejak 17 Mei 2020 tidak benar.

Faktanya BMKG menjelaskan suhu maksimum di wilayah Indonesia masih cukup normal berkisar antara 31-36 derajat celcius sepanjang Mei 2020. Kemudian Fenomena equinox dapat terjadi dua kali dalam satu tahun, yaitu sekitar tanggal 21 Maret dan 23 September setiap tahunnya.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini