CEK FAKTA: Tidak Benar Angka Autisme Melonjak Karena Vaksin

Kamis, 29 April 2021 13:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar Angka Autisme Melonjak Karena Vaksin ilustrasi autisme. ©healthsciencetechnology.wikispaces.com

Merdeka.com - Informasi angka autisme meningkat karena vaksin beredar di media sosial. Informasi itu menyebutkan bahwa angka autisme meningkat 30.000 persen dalam 50 tahun karena vaksin.

hoaks angka autisme meningkat karena vaksin
istimewa

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel kumparan.com berjudul "Hoaxbuster: Klaim Angka Kasus Autisme Naik karena Vaksin" pada 19 April 2021, dijelaskan bahwa tidak ada pengaruh vaksin dengan autisme.

Dikutip dari USA Today, studi pada tahun 1960-an mengungkap 1 di antara 2.500 anak di Eropa terkena autisme. Berdasarkan data dari CDC Amerika Serikat menunjukkan satu dari 54 anak mengalami autisme.

USA Today menuliskan, berdasarkan perbandingan data autisme dari 1966 hingga akhir 2020, kenaikan angka autisme sekitar 4,525 persen. Kenaikan itu diduga karena memang pengaruh biologi. Salah satunya bayi yang terlahir prematur.

Narasi klaim vaksin dikaitkan dengan autisme telah ada pada 1998 di Inggris. Saat itu, beredar penelitian vaksin rubella bisa menyebabkan autisme. Akan tetapi, temuan tersebut kemudian ditarik kembali. Bahkan lisensi kedokteran peneliti tersebut dicabut.

Kesimpulan

Informasi peningkatan autisme mencapai 30.000 persen karena vaksin adalah tidak benar. Kenaikan autisme diduga karena pengaruh biologi, bukan karena vaksin.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini