CEK FAKTA: Tidak Benar Anak Meninggal Karena Semut Masuk ke Otaknya Lewat Telinga

Rabu, 17 Februari 2021 14:52 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Anak Meninggal Karena Semut Masuk ke Otaknya Lewat Telinga Ilustrasi semut. ©2012 Shutterstock/FocalPoint

Merdeka.com - Beredar di media sosial Facebook, seorang anak kecil meninggal dunia karena ahli bedah yang menemukan semut di otaknya. Semut-semut tersebut diklaim muncul setelah anak itu tertidur dengan beberapa permen di mulutnya dan di samping tempat tidur.

Narasi tersebut dilengkapi dengan dua foto berjenis makro yang memperlihatkan lubang telinga yang dimasuki semut.

Berikut narasinya:

Seorang anak kecil meninggal karena ahli bedah yang menemukan semut di otaknya!
Rupanya anak ini tertidur dengan beberapa permen di mulutnya atau di samping tempat tidurnya.
Semut itu merangkak ke telinganya dan akhirnya berhasil masuk ke otaknya.
Ketika ia terbangun, ia tidak menyadari bahwa semut telah berada di dalam kepalanya.
Setelah itu, ia terus-menerus mengeluh tentang gatal di sekitar wajahnya..
Ibunya membawanya ke dokter, tapi dokter tidak tahu apa yang salah dengan dia.
Ia mengambil sebuah X-ray dari anak itu dan ngeri, ia menemukan sekelompok semut hidup di tengkoraknya.
Karena semut masih hidup, dokter tidak bisa mengoperasi anak tersebut karena semut terus-menerus bergerak.
Anak itu akhirnya meninggal.
Jadi harap berhati-hati ketika meninggalkan bahan makanan di dekat tempat tidur Anda atau ketika makan di tempat tidur.
Ini mungkin menarik semut.
Yang terpenting, JANGAN PERNAH Anda atau anak Anda makan permen sebelum tidur.
Anda atau anak Anda mungkin tanpa disadari telah menarik semut saat Anda tertidur.
insiden Dua:
Kejadian serupa terjadi di sebuah rumah sakit di Taiwan.
Orang ini dirawat di rumah sakit dan selalu diperingatkan oleh perawat untuk tidak meninggalkan bahan makanan di dekat tempat tidur karena ada semut.
Dia tidak mengindahkan nasihat mereka.
Semut akhirnya sampai ke kepalanya.
Anggota keluarganya mengatakan bahwa orang itu terus-menerus mengeluh sakit kepala.
Dia meninggal dan diotopsi. Dokter menemukan sekelompok semut hidup di kepalanya.
Ternyata, semut telah makan sebagian kecil dari otaknya.
Please, mengambil tindakan. Luangkan waktu buat baca sebentar dan bagikan.
Penting untuk kita perhatikan hal2 yang paling kecil, sekecil apapun juga.
Senangnya berbagi info. Harap di bagi yang punya anak2 kecil.
Org Dewasa juga Harus berhati2 jangan meninggalkan sisa makanan atau minuman yg ada gulanya didekat tempat tidur Anda juga.

terlepas benar/tidak...menjaga kebersihan.
paling tidak menjaga keamanan n kesehatan klrga dari bahaya
(copas dari grup wa )

tidak benar anak meninggal karena semut masuk ke otaknya lewat telinga
©Facebook

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim seorang anak meninggal karena semut masuk ke otaknya lewat telinga.

Hasil penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com yang memuat foto identik seperti yang diklaim. Artikel tersebut berjudul "Hiii... 'Ribuan' Semut Bersarang di Telinga Bocah Ini" pada 4 Februari 2016.

Ribuan semut ditemukan di telinga bocah perempuan berumur 12 tahun asal India. Setelah upaya panjang, dokter yang merawat belum bisa mengeluarkan seluruh serangga yang bertelur di liang indra pendengaran anak perempuan berparas ayu tersebut.

Peristiwa itu bermula pada Agustus 2015 lalu. Seperti dilansir dari Daily Mail, Kamis (4/2/2016), Shreya Darji, nama bocah perempuan itu datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit pada gendang telinga.

Saat dokter memeriksanya, ditemukanlah sekelompok semut bersarang di lubang telinganya. Hiii...

Sejauh ini sudah sekitar 1.000 semut yang sudah berhasil dikeluarkan. Namun masalah belum selesai, karena binatang kecil ini ternyata berkembang biak di dalam rongga telinga Shreya.

Agar jumlah semut di dalam telinga Shreya tidak bertambah banyak, dokter pun memberikan obat tetes dan berharap perkembangbiakannya serangga itu bisa berhenti.

"Kami telah melakukan scan pada anak ini, termasuk MRI dan CT scan. Hasilnya semuanya normal," kata dokter bedah senior untuk telinga, hidung, tenggorokan, dr Jawahar Talsania, yang dilansir dari Metro.co.uk.

Jawahar juga menyatakan, dirinya juga tidak menemukan adanya kelainan pada telinga bocah Shreya. Dan yang paling aneh, tidak terjadi kerusakan parah pada gendang telinganya meski sudah digerogoti ribuan semut.

Sementara itu dilansir dari Tempo, situs organisasi cek fakta Amerika Serikat, Snopes, pernah memverifikasi narasi serupa yang beredar pada 1998. Narasi tersebut berbunyi:

Insiden pertama: Seorang anak laki-laki meninggal setelah ahli bedah menemukan semut di otaknya! Rupanya bocah ini tertidur dengan beberapa permen di mulutnya atau dengan beberapa hal manis di sampingnya.

Semut segera mendatanginya merangkak ke telinganya yang entah bagaimana berhasil masuk ke otaknya. Ketika dia bangun, dia tidak menyadari bahwa semut telah pergi ke kepalanya.

Setelah itu, dia terus menerus mengeluhkan rasa gatal di sekitar wajahnya. Ibunya membawanya ke dokter, tetapi dokter tersebut tidak tahu apa yang salah dengan dirinya.

Dia mengambil foto X-ray anak itu dan, dengan ngeri, ia menemukan sekelompok semut hidup di tengkoraknya. Karena semut masih hidup, dokter tidak dapat mengoperasinya karena semut terus bergerak. Anak laki-laki itu akhirnya meninggal.

Insiden kedua: Insiden serupa lainnya terjadi di sebuah rumah sakit di Taiwan. Pria ini dirawat di rumah sakit dan terus-menerus diperingatkan oleh perawat untuk tidak meninggalkan bahan makanan di samping tempat tidurnya karena ada semut di sekitarnya.

Dia tidak mengindahkan nasihat mereka. Semut akhirnya berhasil memasuki tubuhnya. Anggota keluarganya mengatakan bahwa pria itu terus-menerus mengeluh sakit kepala. Dia meninggal dan postmortem atau otopsi dilakukan padanya. Dokter menemukan sekelompok semut hidup di kepalanya.

Snopes memberikan label keliru terhadap cerita tersebut. Menurut Snopes, terdapat sejumlah serangga yang mencari makan dengan menjadi parasit di jaringan hidup vertebrata. Meski tidak ada yang mencari manusia sebagai inang normal mereka, manusia kadang-kadang ditumpangi oleh parasit-parasit itu secara tidak sengaja.

Biasanya, mereka masuk melalui luka atau selaput lendir dari lubang tubuh. Namun, Snopes tidak menemukan referensi tentang serangga parasit di telinga manusia. Hal ini tidak berarti kejadian tersebut tidak akan terjadi, namun infestasi semacam itu akan terbatas pada jaringan lunak di sekitar telinga bagian luar.

Selain itu, serangga dan arthropoda lainnya memang berkeliaran di telinga manusia, tapi tidak untuk bertelur. Telinga manusia dapat menjadi perangkap yang efektif bagi makhluk kecil, yang akan mencoba mencari jalan keluar.

Selain itu, dikutip Alodokter, tidak benar bahwa serangga bisa masuk ke otak melalui telinga. Struktur telinga terdiri dari telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga luar meliputi daun telinga, liang telinga luar, dan bagian luar dari gendang telinga. Serangga umumnya hanya bisa mencapai liang telinga luar.

Hal ini tidak lepas dari peran kelenjar dan rambut-rambut kecil di liang telinga luar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi benda asing, termasuk hewan-hewan kecil. Selain itu, antara telinga luar dan tengah dibatasi oleh gendang telinga serta antara telinga tengah dan dalam tertutup oleh koklea.

Kesimpulan

Klaim seorang anak meninggal dunia karena semut masuk ke dalam otaknya adalah salah. Faktanya serangga tidak bisa masuk ke otak melalui telinga. Karena peran kelenjar dan rambut-rambut kecil di liang telinga luar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi benda asing, termasuk hewan-hewan kecil.

Sedangkan foto yang diklaim adalah foto semut yang dikeluar dari telinga bocah perempuan berumur 12 tahun asal India. Berdasarkan hasil pemeriksaan telinga anak tersebut hasilnya semuanya normal.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Cek Fakta
  3. Semut
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini