CEK FAKTA: Tidak Benar 20.000 Warga Eropa Alami Kebutaan Setelah Divaksin

Kamis, 21 Oktober 2021 08:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Tidak Benar 20.000 Warga Eropa Alami Kebutaan Setelah Divaksin Trem vaksinasi Covid-19 di Swiss. ©REUTERS/Arnd Wiegmann

Merdeka.com - Informasi hampir 20.000 warga di Eropa alami kebutaan karena efek vaksin beredar di media sosial. Informasi itu mencantumkan artikel media dengan judul "Europe reports nearly 20.000 cases of eye disorders after vaccination against the CCP Virus"

hoaks warga eropa alami kebutaan usai divaksin
istimewa

Penelusuran

Cek fakta merdeka.com menelusuri informasi tersebut. Hasilnya, informasi tersebut adalah hoaks.

Dalam artikel medcom.id berjudul "[Cek Fakta] Hampir 20 Ribu Laporan Kebutaan usai Vaksinasi di Eropa? Ini Faktanya" pada 18 Oktober 2021, dijelaskan bahwa tidak ada artikel resmi terkait informasi kebutaan setelah vaksinasi.

Setelah menelusuri judul artikel yang tercantum, tidak ditemukan artikel yang dimuat dalam situs TheBL pada 2 Mei 2021.

Kemudian menelusuri salinan artikel melalui pengarsipan oleh wayback machine. Artikel itu menjelaskan, bahwa 20.000 orang alami gangguan mata setelah mendapat vaksinasi dari obat yang tersedia di Eropa untuk memerangi Partai Komunis China (PKC) Virus.

"Sebuah database Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dikelola oleh Pusat Pemantauan Uppsala di Swedia (UMC), baru saja melaporkan hampir 20.000 gangguan mata pada orang yang baru saja divaksinasi dengan salah satu dari beberapa obat yang tersedia di Eropa untuk memerangi Partai Komunis China ( PKC) Virus," tulis situs itu dalam laporannya.

Kesimpulan

Informasi 20.000 orang alami kebutaan setelah divaksin adalah tidak benar. Tidak ada informasi resmi terkait masalah tersebut.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini