CEK FAKTA: Penjelasan Foto Kuitansi Pembayaran Ambulans untuk Antar Jenazah Covid-19

Rabu, 15 April 2020 19:01 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Penjelasan Foto Kuitansi Pembayaran Ambulans untuk Antar Jenazah Covid-19 Penjelasan Foto Kuitansi Pembayaran Ambulans untuk Antar Jenazah Covid-19. Facebook/Asep Suparman

Merdeka.com - Beredar sebuah foto kuitansi ambulans dengan total Rp 15 juta. Foto kuitansi itu diunggah oleh akun Facebook Asep Suparman. Menurut pengunggah foto, ambulans itu digunakan untuk mengantar jenazah korban Covid-19.

penjelasan foto kuitansi pembayaran ambulans untuk antar jenazah covid 19
Facebook/Asep Suparman

Kuitansi itu tertulis pembayaran untuk pengatanran jenazah dari Rumah Sakit Bhakti Asih dan menggunakan peti jenazah beserta tim Covid 19 tujuan makam tanah 100 Ciledug kota tangerang. Kuitansi juga disertakan tanda tangan materai tanggal 7 . 4 . 2020.

Berikut narasi dalam unggahan akun Facebook Asep Suparman:

"Gila ini memang sdh gila...dunia ini sdh menjadi panggung sandiwara...saya memohon kepada yg baca status ini tolong bntu di share agar pak walikota tangerang, bpk gubernur banten atau pak presiden harus mengetaui bhwa ada korban meninggal di sebabkan kena covid 19 di salah satu rs swasta di kota tangerang. Kemudian keluarga korban dikenakan biaya ambulance, peti jenazah, pendamping tenaga yg memakai alat APD sekitar ada 4 org sejumlah Rp. 15 jta. Dan aneh nya pemda kota tangerang khususnya tdk mau menindak lanjutin smpai tuntas kasus ini bhkan tdk mau mendampingin keluarga korban utk audensi ke rs tsb. Saya heran pemerintah pusat atau negara sdh menyediakan anggaran nya..knp kok malah terjadi sprti ini...?"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, ditemukan penjelasan dalam artikel Liputan6 berjudul "Cek Fakta: Viral Kuitansi Ambulans Rp 15 Juta Buat Pasien Meninggal Akibat COVID-19, Faktanya?" pada 15 April 2020.

Liputan6 melakukan penelusuran dengan menghubungi nomor telepon yang tertera dalam kuitansi tersebut. Seorang petugas Tangerang Ambulance Service mengatakan bahwa masalah tersebut sudah selesai.

"Masalah itu sudah clear," kata petugas tersebut kepada Liputan6.com, Rabu (15/4/2020).

Bahkan, petugas itu menyebut bahwa kuitansi tersebut adalah hoaks.

"Itu hoaks. Malah keluarganya sendiri lagi nyari yang nyebarin foto kuitansi ini," ucap petugas tersebut.

Pemerintah Kota Tangerang turut merespons adanya berita tentang pembayaran angkut jenazah korban COVID-19 sebesar Rp 15 juta di RS Bhakti Asih Kota Tangerang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan, pihaknya telah menegur pihak rumah sakit tersebut.

"Pemerintah Kota Tangerang telah memberikan surat teguran kepada pihak rumah sakit yang tidak mentaati prosedur yang telah disosialisasikan sejak bulan maret," kata Liza dalam video siaran pers, Rabu (15/4/2020).

Liza memastikan bahwa biaya pemulsaran dan pemakaman korban COVID-19 tidak dipungut biaya alias gratis. Ia pun mengimbau kepada seluruh rumah sakit di Kota Tangerang untuk menaati aturan tersebut.

"Pemerintah Kota Tangerang melalui dinas perumahan dan pemukiman dan dinas kesehatan telah menyampaikan kepada seluruh RS di Kota Tangerang bahwa biaya pemulasaran dan pemakaman COVID-19 tidak dipungut biaya atau gratis," ucap dia.

Terakhir, Pemerintah Kota Tangerang mengimbau kepada seluruh warga untuk menghubungi layanan kegawatdaruratan COVID-19 dan UPT Pemakaman jika ada keluarga atau kerabat yang meninggal akibat COVID-19.

"Maka dengan ini Pemerintah kota Tangerang mengimbau apabila ada keluarga atau kerabat yang meninggal akibat COVID-19 maka pihak rumah sakit atau pihak keluarga dapat menghubungi layanan kegawatdaruratan bebas pulsa 112 yang siap 24 jam dan UPT Pemakaman di nomor 081210286992," tutup Liza.

Kesimpulan

Masalah foto kuitansi ambulans dengan nominal Rp15 juta yang tersebar di Facebook telah terkonfirmasi. Pihak Pemkot Tangerang juga sudah menegur pihak rumah sakit yang memberikan tarif Rp 15 juta kepada keluarga korban Covid-19. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini