CEK FAKTA: Keluarga Tunanetra Tak Dapat Beras karena Kartu KKS Diblokir, Ini Faktanya

Jumat, 19 Februari 2021 17:47 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Keluarga Tunanetra Tak Dapat Beras karena Kartu KKS Diblokir, Ini Faktanya Keluarga Tunanetra Tak Dapat Beras karena Kartu KKS Diblokir, Ini Faktanya. ©Facebook

Merdeka.com - Viral di media sosial Facebook foto yang memperlihatkan seorang tunanetra di Kabupaten Probolinggo tak bisa mengambil beras karena kartu keluarga sejahtera (KKS) diblokir.

Berikut narasinya:

Jagat media sosial ramai kisah keluarga Pak Sono, keluarga tunantera asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dimana kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mengaku diblokir.
.
Pak Sono dan istrinya merupakan keluarga tunanetra. Keduanya tidak bisa melihat. Ia bersama istri dan satu anak perempuan yang masih kecil tinggal di Dusun Manggisan, Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, Probolinggo.
.
Keluarga ini pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan untuk mencairkan bantuan pangan non-tunai.
.
Namun saat ini Pak Sono tidak bisa mencairkan bantuan beras dan bahan pangan lain sebab KKS-nya diblokir. Apalagi Sono tidak bisa lagi bekerja, rumahnya tidak layak huni, dan masih harus merawat anak semata wayangnya.

keluarga tunanetra tak dapat beras karena kartu kks diblokir ini faktanya
©Facebook

Penelusuran

Hasil penelusuran, dilansir dari Kompas.com, Kepala Diskominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian mengatakan, unggahan yang menyebutkan KKS milik Sono (53) diblokir adalah hoaks.

"Dari hasil klarifikasi tersebut didapatkan bahwa Sono masih menerima BPNT (bantuan pangan nontunai) dan tidak ada pemblokiran KKS yang dimilikinya. Hanya saat akan mengecek dan ingin mencairkan, hak yang harusnya diterima masih belum masuk ke rekeningnya,” kata Yulius saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Yulius mengatakan, Wakil Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko mendatangi langsung kediaman Sono untuk menanyakan kebenaran dari unggahan yang viral di media sosial tersebut.

Diperoleh keterangan bahwa saat itu Sono yang hendak mengambil beras mengecek rekeningnya. Ternyata, bantuannya belum masuk. Sono pun menyebut kartu keluarga sejahtera miliknya diblokir. Suyit, pemilik akun Facebook Sinartik MySuyit, yang mendengar hal itu langsung mengunggahnya di media sosial.

"Saya mohon maaf kepada semua atas posting-an yang saya lakukan. Ternyata beras yang harus diterima oleh Pak Sono tersebut masih aktif. Saat mem-posting saya belum klarifikasi ke desa tetapi langsung di-posting. Apalagi waktu itu Pak Sono bilang kartunya mau dirusak," kata Suyit.

Kepala Desa Sumberduren Saniman mengimbau masyarakat tak seenaknya mengunggah informasi yang belum terkonfirmasi ke media sosial. Sebaiknya, kata dia, informasi tentang bantuan itu dikonfirmasi dulu kepada pihak desa.

"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan yang mem-posting sudah minta maaf. Harus klarifikasi dan koordinasi dulu ke desa supaya ada titik terang dan bisa diselesaikan. Seperti sekarang Pak Sono kartunya masih aktif tapi kok dibilang diblokir. Kalau terblokir itu memang biasa, tapi kalau diblokir ini ada unsur kesengajaan,” ujar Saniman.

Menurut Saniman, Sono menerima bantuan sosial dari pemerintah sejak 2018. Selama ini bantuan yang sudah menjadi haknya selalu cair. Hanya saja, bantuan bulan ini terlambat masuk dibandingkan sebelumnya. Dalam paket bantuan itu, Sono mendapat beras, minyak goreng, telur, dan ikan laut.

Kesimpulan

Informasi keluarga tunanetra tak bisa mengambil beras karena kartu keluarga sejahtera (KKS) diblokir keliru.

Berdasarkan keterangan bahwa saat itu Sono yang hendak mengambil beras mengecek rekeningnya. Ternyata, bantuannya belum masuk. Sono pun menyebut kartu keluarga sejahtera miliknya diblokir.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini