CEK FAKTA: Kasus Penyerangan Usai Tarawih di Lombok, Bukan Masjid yang Diserang

Senin, 19 April 2021 19:46 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Kasus Penyerangan Usai Tarawih di Lombok, Bukan Masjid yang Diserang Kasus Penyerangan Usai Tarawih di Lombok, Bukan Masjid yang Diserang. ©Kominfo

Merdeka.com - Beredar informasi yang mengklaim telah terjadi penyerangan terhadap sejumlah orang di masjid setelah salat Tarawih yang terjadi di Lombok Tengah, pada 13 April 2021.

Dijelaskan juga akibat insiden penyerangan itu banyak warga yang mengalami luka-luka. Informasi ini juga disertakan link berita berjudul "Penyerangan Usai Tarawih di Praya Timur, Banyak Warga Luka Parah".

Berikut narasinya:

"Kita beralih dulu ke berita penyerang mesjid yg dilakukan oleh para bondon dobol yg kemungkinan endingnya akan dicap sebagai orang gila….!!!! Berita kita kita mulai dimana Insiden penyerangan usai salat tarawih terjadi di Dusun Mengkudu, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Selasa malam, 13 April 2021…..!!! Beberapa korban dilarikan ke puskesmas karena mengalami luka sayatan akibat senjata tajam.Satu di antara beberapa korban adalah seorang perempuan. Dia mengalami luka di bagian tangan dan kaki…!!! Korban lainnya lebih parah, mengalami luka di bagian kepala dan sekujur tubuh. Korban dibawa warga ke puskesmas untuk perawatan…!! Penyerangan dilakukan oleh beberapa orang. Salah satu di antara adalah Kemban dobol bondon yang diduga bukan kali pertama meneror dan mengancam warga. Dia dan rekannya kabur se edan edannya saat warga berdatangan….!!! Nah kalian pasti sudah tau ending berita ini kan…!!!!? Pasti ending dari berita ini . Si pelaku akan dicap gangguan jiwa….!!!! Pan rezim dobol mah licik cuy….!!!!."

Penelusuran

Penelusuran dilakukan dengan mengunjungi link berita "Penyerangan Usai Tarawih di Praya Timur, Banyak Warga Luka Parah" yang diunggah koranntb.com. Dalam artikel itu sama sekali tidak menyebut lokasi penyerangan di masjid.

Berikut isi lengkap artikelnya:

Insiden penyerangan usai salat tarawih terjadi di Dusun Mengkudu, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Selasa malam, 13 April 2021.

Beberapa korban dilarikan ke puskesmas karena mengalami luka sayatan akibat senjata tajam. Satu di antara beberapa korban adalah seorang perempuan. Dia mengalami luka di bagian tangan dan kaki.

Korban lainnya lebih parah, mengalami luka di bagian kepala dan sekujur tubuh. Korban dibawa warga ke puskesmas untuk perawatan.

Penyerangan dilakukan oleh beberapa orang. Salah satu di antara adalah Kemban yang diduga bukan kali pertama meneror dan mengancam warga. Dia dan rekannya kabur saat warga berdatangan.

Belum diketahui motif pelaku melakukan penyerangan. Polisi usai kejadian telah tiba di lokasi. Belum diketahui pasti berapa jumlah korban.

Seorang korban bernama Dedy AZ menuturkan aksi penyerangan dilakukan sekitar pukul 21.00 Wita usai warga salat tarawih.

“Seorang pria bernama Kemban mengendarai sepeda motor bolak balik di jalan antara rumah korban pertama dan kedua, sambil membawa senjata tajam, menantang dan merusak gerbang,” katanya.

Pemilik rumah keluar, pelaku langsung melakukan penyerangan. Hal yang sama dilakukan kepada beberapa warga lainnya. Akibatnya warga yang menjadi korban penyerangan itu mengalami luka-luka sobekan akibat tebasan senjata tajam para pelaku.

“Setelah melakukan aksinya dan warga lain berdatangan, para pelaku kemudian kabur meninggalkan lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam artikel berjudul "Kapolres Jelaskan Pemicu Bentrok Praya Timur" yang dimuat di situs koranntb.com pada 14 April 2021, Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa bentrok tersebut dipicu masalah sengketa tanah antara keluarga. Permasalahan tersebut disebut cukup lama.

“Kejadian tadi malam itu bukan penyerangan atau perang kampung, ini murni masalah sengketa lahan karena kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga,” kata Kapolres di Praya, Rabu, 14 April 2021.

Ia menjelaskan, salah satu pelaku inisial AW alias KH yang berada dari pihak selatan sebelum kejadian melakukan kebut-kebutan menggunakan sepeda motor sambil teriak-teriak, sehingga memancing pihak utara untuk keluar. Setelah pihak utara keluar ke jalan, pihak keluarga AW atau KH yang dari selatan merespon balik dan keluar sambil membawa senjata tajam dan melakukan pelemparan ke arah rumah pihak keluarga.

“Akibat kejadian itu, sekitar 10 orang dari pihak selatan maupun utara yang menjadi korban dan mengalami luka-luka ringan,” ujarnya.

Mengetahui peristiwa itu, personel dari Polres dan Polsek melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta melakukan upaya penggalangan bersama tokoh masyarakat terhadap kedua belah pihak.

“Kita lakukan pendekatan bersama tokoh-tokoh terhadap kedua belah pihak, untuk mengantisipasi konflik yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lanjut Kapolres, terkait perkara sengketa lahan yaitu laporan pengerusakan atau penggeregahan yang dilaporkan oleh salah satu pihak, Polres Lombok Tengah sendiri sudah melakukan proses terhadap laporan tersebut bahkan saat ini dalam proses penetapan tersangka.

“Karena masih ada hubungan keluarga, kita pernah beberapa kali melakukan upaya perdamaian antara keduanya, namun sampai saat ini belum ada titik temu,” kata Esty.

Kesimpulan

Klaim terjadinya penyerangan masjid usai salat tarawih di Lombok Tengah, adalah keliru. Faktanya, penyerangan tidak ada kaitannya dengan masjid. Menurut Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, kejadian bentrok yang dipicu masalah sengketa tanah antara keluarga.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://koranntb.com/2021/04/14/penyerangan-usai-tarawih-di-praya-timur-banyak-warga-luka-parah/
https://koranntb.com/2021/04/14/kapolres-jelaskan-pemicu-bentrok-praya-tengah/ [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini