CEK FAKTA: Hoaks Video Keluarga Korban Dapat Rp100 Juta sebagai Uang Tutup Mulut

Kamis, 24 Desember 2020 16:06 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Video Keluarga Korban Dapat Rp100 Juta sebagai Uang Tutup Mulut Ilustrasi uang. ©2013 Merdeka.com/shutterstock.com/club4Traveler

Merdeka.com - Beredar video berdurasi lima menit yang menyebutkan bahwa bahwa keluarga korban penganiayaan mendapat uang suap senilai Rp100 juta. Uang suap tersebut diberikan agar tuntutan keluarga korban tidak dilanjutkan.

tangkapan layar informasi korban dapat uang suap ratusan juta untuk tutup mulut
Turnbackhoax

"Keluarga korban pembantaian yg di lakukan rejim kowi melalui tangan algojonya nya sipoli,,,

mendatangi keluarga para korban untuk tutup mulut dan tidak melanjutkan tuntutan nya melalui jalur hukum di Komnas HAM,

katanya jangan di lanjutkan karena musibah pembunuhan ini sdh kehendak ALLAH,,,

Keluarga korban di suap di beri uang rata-rata 100 juta rupiah,,,,,

tapi uang itu malah buat di jadikan barang bukti di Komnas HAM…

#IndonesiaHumanRightsSOS"

Penelusuran

menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel turnbackhoaks berjudul "[SALAH] Uang Tutup Mulut Rp100 Juta Untuk Keluarga Korban Anggota FPI yang Tewas" pada 24 Desember 2020, dijelaskan bahwa Video tersebut adalah hasil suntingan yang menggabungkan beberapa potongan video wawancara Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas serta video konferensi pers Komnas HAM terkait dengan kasus Siyono terduga teroris asal Klaten pada 2016 silam.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti menekankan bahwa dua gepok uang senilai Rp100 juta yang diberikan kepada keluarga almarhum Siyono bukan uang dari Polri. Ia mengatakan, uang tersebut berasal dari kantong pribadi Kepala Densus 88 Brigjen (Pol) Eddy Hartono. Ia juga membantah uang tersebut sebagai sogokan ke keluarga Siyono karena pada dasarnya kematian terduga teroris itu merupakan kecelakaan yang tak bisa dihindari.

Terduga teroris Siyono (SY) tewas saat dibawa anggota Densus 88 Polri untuk menunjukkan bunker penyimpanan senjata di sekitar Prambanan, Jawa Tengah. Dari hasil CT scan di Rumah Sakit Polri, Siyono diketahui tewas lantaran benda tumpul serta ada memar pada bagian tubuh.

Kesimpulan

Video yang menyebutkan keluarga korban pembantaian mendapat uang suap Rp100 juta agar tuntutannya tidak dilanjutkan adalah hoaks.

Video tersebut adalah hasil suntingan yang menggabungkan beberapa potongan video wawancara Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas serta video konferensi pers Komnas HAM terkait dengan kasus Siyono terduga teroris asal Klaten pada 2016 silam

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini