CEK FAKTA: Hoaks Tes PCR Tidak Bisa Deteksi Varian Covid-19 yang Baru

Senin, 28 Desember 2020 10:51 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Tes PCR Tidak Bisa Deteksi Varian Covid-19 yang Baru BNI salurkan bantuan alat tes PCR. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Informasi tes PCR dan rapid tes antigen tidak bisa mendeteksi mutasi Covid-19 yang baru beredar di media sosial. Informasi tersebut juga menyebutkan varian baru Covid-19 bernama B117. Virus jenis baru ini dibawa oleh mahasiswi warga Singapura dari Inggris.

hoaks tes pcr tidak bisa deteksi covid 19 yang baru
Kominfo

"Virus Covid-19 mwmengalami mutaso9 dan membentuk varian baru yg diberi nama covid-19 B117, virus jenis baru ini sedang mengganas di Inggris dan sudah masuk ke Singapura melalui seorang mahasiswi warga Singapura yg sedang mudik. Celakanya virus tersebut tidak bisa terdeteksi melalui PCR test atau Rapid Test Antigen. Ternyata kemampuan manusia sangat terbatas. Tiada lagi tempat bergantung dan mohon pertolongan selain Allah".

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tes PCR dan Rapid Tes Antigen tidak bisa mendeteksi varian baru Covid-19 adalah hoaks. Prof. Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban

"Saya mau bicara soal varian baru virus korona, yang sebenarnya sudah ada dari 20 September silam, tapi baru disadari beberapa hari lalu. Varian baru ini bernama N501Y dan punya kemampuan infeksi yang lebih tinggi. Lebih mudah menular 70 persen. Terutama kepada anak-anak.

Ada yang bilang varian baru ini tidak bisa terdeteksi tes PCR. Itu tidak benar. Tidak usah khawatir. Tes PCR ini bisa mendeteksi tiga spike (seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus korona) berbeda. Sehingga, varian baru ini masih tetap bisa dideteksi tes PCR.

Kemudian, apakah akan memengaruhi hasil dari vaksinasi? Tidak. Karena vaksinasi tidak membentuk satu respons antibodi saja. Yang harusnya terpengaruh adalah kebijakan kita dan keputusan orang untuk berlibur. Sekali lagi, mari perketat tali masker."

Kemudian dalam artikel merdeka.com berjudul "Langkah Pemerintah Tanggapi Kemunculan Varian Baru Virus Corona" pada 25 Desember 2020, dijelaskan bahwa varian baru virus Corona ada 115 genetik.

Pemerintah memberikan perhatian khusus menyikapi kemunculan varian baru dari virus Sars-Cov2 di South Wales Inggris. Selain memperketat perjalanan dari dan ke negara tersebut, saat ini sedang dilakukan pengujian terhadap 115 whole genome sequence (WGS) corona atau pengurutan menyeluruh dari gen virus corona yang ada di Indonesia.

"Saat ini Indonesia telah melakukan 115 whole genome sequencing," ucap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito yang dikutip melalui channel Youtube BNPB Indonesia, Jumat (25/12).

Wiku menjelaskan, penelitian terhadap 115 genetik virus Corona ini untuk menggambarkan seperti apa saja yang terjadi sehingga menimbulkan variasi genetik virus baru.

Menurutnya, penelitian ini tidak hanya dikarenakan temuan strain baru dari Corona di Inggris, Australia dan Singapura. Menurut Wiku, penelitian mutasi virus dilakukan pemerintah untuk memastikan pola mutasi yang terjadi di Indonesia dan global.

Kesimpulan

Informasi tes PCR dan Rapid Tes Antigen tidak bisa mendeteksi varian Covid-19 yang baru adalah hoaks. Tes PCR masih bisa mendeteksi permukaan virus corona yang berbeda.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini